KEJARKABAR.COM, JAMBI – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mendorong penguatan kualitas program pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan selama bulan suci Ramadhan.
Hal tersebut disampaikan saat ia menutup kegiatan pesantren kilat yang digelar di Lapas Kelas IIA Jambi, Jumat (13/03/2026).
Menurutnya, pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran keagamaan tidak hanya sekadar agenda rutin, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku peserta.
Abdullah Sani menjelaskan bahwa meskipun program pelatihan atau pendidikan keagamaan yang diselenggarakan memiliki waktu terbatas, yakni sekitar tiga pekan, kualitas materi serta pelaksanaan kegiatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Ia menilai, upaya yang dilakukan oleh para petugas lapas dalam memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga memberikan nilai keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa tugas lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi penahanan, tetapi juga membina warga binaan secara menyeluruh, baik dari sisi moral, spiritual maupun sosial,” ujarnya.
Wagub berharap program pesantren kilat dan pembinaan keagamaan serupa dapat terus ditingkatkan setiap tahun, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta yang terlibat.
Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak lebih besar dalam proses pembinaan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menjelaskan bahwa program pesantren kilat yang dilaksanakan di lapas tersebut merupakan inisiatif dari pihak pimpinan lapas sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian warga binaan.
Ia menyebutkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 warga binaan yang mengikuti program pembelajaran agama selama 21 hari sepanjang bulan Ramadhan
. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya menjalankan ibadah rutin, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran keagamaan.
Menurut Irwan, hasil dari program tersebut cukup menggembirakan. Sejumlah warga binaan bahkan menunjukkan pencapaian yang baik dalam bidang hafalan Al-Qur’an.
“Beberapa santri berhasil menyelesaikan hafalan Juz 29 dan Juz 30 selama mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pesantren kilat tidak sekadar dimaksudkan untuk mengisi waktu selama bulan Ramadhan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun fondasi karakter yang lebih kuat bagi para warga binaan.
Melalui peningkatan nilai keimanan dan ketakwaan, diharapkan para peserta memiliki bekal spiritual yang cukup ketika kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Selain itu, Irwan juga memastikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian tidak hanya dilakukan selama bulan Ramadhan saja. Program serupa akan terus dilanjutkan agar proses pembinaan karakter warga binaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan program akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Lapas Jambi menjadikan program pembinaan keagamaan ini sebagai salah satu kegiatan unggulan dalam mendukung perubahan positif bagi warga binaan,” ujar Irwan.
Melalui program tersebut, diharapkan para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (*)





