Baru Dibuka! Jalur Sungai Penuh–Tapan Rawan Longsor, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

Jalur penghubung antara Jambi dan Sumatera Barat di kawasan Sungai Penuh–Tapan akhirnya kembali bisa dilalui setelah sempat tertutup akibat longsor. -ist/kejarkabar.com-

KEJARKABAR.COM, SUNGAI PENUH – Jalur penghubung antara Jambi dan Sumatera Barat di kawasan Sungai Penuh–Tapan akhirnya kembali bisa dilalui setelah sempat tertutup akibat longsor dan pohon tumbang.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, Dedy Hariadi, menyampaikan bahwa proses pembersihan material telah selesai dilakukan sejak Minggu sore hingga malam.

“Jalan sudah bisa difungsikan kembali,” ujarnya, Senin.

Meski akses sudah dibuka, alat berat masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Tingginya curah hujan di kawasan tersebut dinilai masih berpotensi memicu bencana serupa.

Baca Juga :  Melaju Kencang, Oleng, Mobil Kadis Pariwisata Sungai Penuh Tabrak Gorong-gorong, 2 Orang Luka-luka

Longsor terjadi di wilayah Kota Sungai Penuh, tepatnya di kawasan Puncak Kilometer 35. Hujan deras menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya longsor dan pohon tumbang di jalur tersebut.

Sementara itu, pihak Polres Kerinci mengingatkan bahwa kondisi jalan belum sepenuhnya aman, terutama bagi kendaraan berat yang melintas.

Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat empat titik longsor. Dua titik menutup sebagian badan jalan, sementara dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang menghambat arus lalu lintas.

Baca Juga :  Tertutup Longsor 3 Jam! Jalan Kerinci-Bangko Sempat Lumpuh Total, BPJN Turunkan Alat Berat

Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi area rawan longsor. Masyarakat juga disarankan menunda perjalanan jika tidak mendesak.

Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengurangi kecepatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika kondisi tidak memungkinkan, pengguna jalan diharapkan tidak memaksakan diri untuk melintas.

Baca Juga :  Pray for Ranah Minang! BPBD Laporkan 61 Warga Sumbar Meninggal Akibat Bencana Hidrometeorologi

Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan jalur di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. *

Pos terkait