Heboh Dikabarkan Hilang Usai Bentrok, Yatang Warga SAD Ternyata Ditemukan Selamat! Ini Fakta Sebenarnya

Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji. -ist/kejarkabar.com-

KEJARKABAR.COM, SAROLANGUN – Kabar hilangnya Nyantang alias Yatang, warga Suku Anak Dalam (SAD), yang sempat memicu keresahan publik akhirnya terjawab.

Pria tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah Kabupaten Merangin setelah sebelumnya dikaitkan dengan bentrokan antara komunitas SAD dan pihak keamanan PT Sari Aditya Loka.

Yatang ditemukan oleh tim gabungan kepolisian pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di Desa Pelakar, Kecamatan Pamenang.

Penemuan ini sekaligus membantah berbagai spekulasi yang beredar, termasuk dugaan bahwa dirinya menjadi korban kekerasan pasca konflik di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan bahwa kondisi Yatang dalam keadaan sehat tanpa tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga :  Layanan Tarik Tunai Bank Jambi Pulih, tapi 100 Ribu Nasabah Rebutan 9.000 Kartu ATM

“Yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi baik dan tidak ada luka,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pencarian Intensif Tim Gabungan

Sebelum ditemukan, aparat dari Polres Sarolangun bersama jajaran Polsek melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik. Pencarian dilakukan menyusul laporan hilangnya Yatang yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena terjadi setelah bentrokan antara warga SAD dan pihak perusahaan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil saat Yatang ditemukan berada cukup jauh dari lokasi asalnya.

Terungkap karena Tradisi Melangun

Baca Juga :  Kabur ke Jambi Usai Sebar Video Intim Mantan, Pemuda di Batam Akhirnya Dibekuk Polisi

Dari hasil penelusuran, keberadaan Yatang di Merangin ternyata berkaitan dengan tradisi melangun—sebuah budaya turun-temurun dalam komunitas SAD.

Tradisi ini dilakukan ketika seseorang mengalami kehilangan anggota keluarga, di mana mereka akan meninggalkan kelompoknya untuk sementara waktu sebagai bentuk proses berduka. Diketahui, istri Yatang meninggal dunia sekitar lima bulan lalu.

Informasi dari komunitasnya menyebut bahwa perpindahan Yatang merupakan bagian dari tradisi tersebut, bukan karena hal lain yang berhubungan dengan konflik.

Diduga Juga Menghindari Situasi Memanas

Selain faktor adat, kepindahan Yatang juga diduga sebagai upaya menghindari situasi yang memanas usai bentrokan. Hal ini yang kemudian memicu berbagai asumsi liar di masyarakat, termasuk isu kekerasan yang ternyata tidak terbukti.

Baca Juga :  Tak Berkutik! Polisi Tebo Tangkap Pengedar Sabu Rimbo Bujang, 22 Paket Siap Edar Digagalkan

Polisi kembali menegaskan bahwa tidak ada tindakan pemukulan atau kekerasan terhadap Yatang.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu

Pihak kepolisian memastikan kondisi di wilayah Sarolangun saat ini tetap aman dan kondusif. Pendekatan persuasif terus dilakukan kepada masyarakat dan komunitas SAD guna mencegah konflik lanjutan.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas kebenarannya agar tidak memperkeruh situasi. *

Pos terkait