LCGC Kian Ditinggal! Pakar Otomotif Ungkap Era Baru Mobil Murah RI: LCEV Siap Kuasai Jalanan

Foto ilustrasi Indonesia bersiap beralih ke kendaraan listrik berbiaya rendah atau Low Cost EV (LCEV). --ist/kejarkabar.com--

JAKARTA, KEJARKABAR.COM – Peta persaingan industri otomotif Indonesia mulai mengalami pergeseran besar. Setelah lebih dari satu dekade LCGC menjadi primadona pasar mobil murah, kini tren itu mulai meredup dalam dua tahun terakhir.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai perubahan ini bukan sekadar fluktuasi, melainkan tanda jelas bahwa konsumen Indonesia bersiap beralih ke kendaraan listrik berbiaya rendah atau Low Cost EV (LCEV).

Menurut Yannes, segmen urban yang selama ini menjadi ladang subur LCGC perlahan akan digeser oleh LCEV. “Dalam beberapa tahun ke depan, posisi strategis LCGC akan makin terdesak oleh kehadiran low cost EV,” ujarnya dilansir dari Antara.

Baca Juga :  Muhajir: Kementerian Haji dan Umrah akan Bentuk Kantor Perwakilan hingga Tingkat Kabupaten

Data terbaru Gaikindo semakin menegaskan perubahan tersebut. Penjualan LCGC dari Januari–Oktober tahun ini anjlok hingga 34,8 persen, hanya mencatat 97.556 unit. Padahal, di segmen wholesales, LCGC sempat menembus 49.583 unit pada 2024.

Yannes menilai ini merupakan “alarm keras” bagi produsen LCGC untuk tidak lagi merasa aman. Konsumen muda kini menuntut harga kompetitif sekaligus teknologi lebih mutakhir. Derasnya masuk mobil listrik murah asal China juga membuat posisi LCGC makin terpojok.

Baca Juga :  Changan Deepal SO7 Hadir dengan Teknologi Baterai “Perisai Emas”, Klaim Tahan 600.000 Km Tanpa Turun Performa

“Penurunan ini tak bisa lagi dianggap sebagai naik-turun pasar biasa. Ini adalah sinyal kuat bahwa kelas menengah mulai bergeser dari sekadar mencari ‘mobil termurah’ menjadi kendaraan yang paling masuk akal dari sisi nilai, citra, dan biaya perawatan,” jelasnya.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, hingga Makassar, minat terhadap LCEV disebut terus menguat. Bila banderolnya tetap stabil, Yannes memperkirakan LCEV akan menjadi pilihan utama konsumen urban dalam beberapa tahun mendatang—meski peralihannya berlangsung bertahap.

Baca Juga :  Keren! Perusahaan Otomotif Lokal Malaysia Resmikan Kendaraan Listrik Pertama

Sementara itu, penjualan keseluruhan kendaraan di Tanah Air mencatat tren positif. Gaikindo melaporkan segmen wholesales nasional mencapai 74.020 unit, naik 19,23 persen dibanding bulan sebelumnya. (*)

Pos terkait