Aksi Begal “Mammae’ Resahkan Warga, Pelaku Terekam CCTV Naik PCX

Detik-detik pelaku pelecehan seksual melakukan 'begal payudara' terhadap seorang perempuan di Jalan Nona Merah RT 005/RW 004, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. -ist-

KEJARKABAR.COM, BEKASI – Aparat kepolisian tengah menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual bermodus “begal payudara” yang terjadi di Jalan Nona Merah RT 005/RW 004, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi menyatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meski hingga kini korban belum membuat laporan resmi.

“Petugas sudah ke TKP dan melakukan pengecekan. Kami juga masih mencari informasi mengenai identitas korban dan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat,” ujarnya di Cikarang, Selasa.

Baca Juga :  Nasib Misri  Puspita "Sang Model" Asal Jambi dalam Pusaran Kasus Kematian Brigadir Nurhadi Menunggu Persidangan

Polisi juga tengah memburu terduga pelaku yang disebut menggunakan sepeda motor jenis Honda PCX.

Namun, upaya identifikasi masih terkendala karena pelat nomor kendaraan tidak terlihat jelas dalam rekaman kamera pengawas.

Berdasarkan video CCTV yang beredar, korban yang mengenakan jilbab dan pakaian serba gelap sedang berjalan di sebuah gang sempit.

Pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor, lalu mendekat dan melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian dada korban sebelum langsung melarikan diri.

Baca Juga :  8 Santri di Sarolangun Didampingi Usai Dugaan Tindakan Tidak Pantas oleh Oknum Pengajar

Seorang warga setempat, Asip Awaludin (38), mengungkapkan aksi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut.

Namun, baru kali ini kejadian terekam jelas oleh kamera pengawas warga.

“Modusnya macam-macam, ada yang begal payudara, ada juga yang memperlihatkan alat kelamin. Biasanya terjadi di jalan sepi dan korbannya perempuan yang berjalan sendiri, terutama saat Subuh,” katanya.

Baca Juga :  Perdagangan Burung Liar Kian Marak! BKSDA Jambi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Lewat Kolaborasi Besar-Besaran

Menurut dia, situasi ini membuat warga resah. Bahkan sejumlah penghuni kontrakan memilih pindah karena merasa lingkungan tidak aman.

Dampaknya turut dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi yang mengalami penurunan pembeli.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor agar proses hukum dapat berjalan dan pelaku segera ditangkap, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Pos terkait