Hidup Seorang Diri di Pondok Kebun di Muaro Jambi, Seorang Lansia Ditemukan Tewas Tergeletak

Tim kepolisin atiba di lokasi penemuan mayat di sebuah pondok kebun di Desa Pematang Gajah Kecamatan Jambi Luar Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Rabu (8/4/2026). -ist/kejarkabar.com.

KEJARKABAR.COM, MUARO JAMBI – Warga Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Daerah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, geger dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia.

Korban bernama Darmawan Ginting (61), seorang petani yang selama ini tinggal seorang diri di pondok kebun berukuran sekitar 4×4 meter di RT 03 Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Anggota Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama unit identifikasi dan Polsek Jaluko yang mendapat laporan dari masyarakat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Tragis! Kecelakaan di Jalinsum Sarolangun, Penumpang PCX Meninggal Dilindas Tronton

“TKP berada di pondok kebun non permanen berdinding kayu dan beratap terpal,” ujar Kasat Reskrim melalui Kasi Humas Polres Muaro Jambi AKP Saaludin.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam keadaan membusuk. Jenazah tergeletak terlentang mengenakan celana panjang hitam tanpa baju.

“Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga lima hari sebelum ditemukan,” kata dia.

Baca Juga :  Penjual Mpek-Mpek Divonis 10 Tahun Penjara – Keluarga Korban Histeris!

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi dan informasi warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun, seperti asam lambung, diabetes, vertigo, serta sering mengalami sesak napas.

“Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” ujar dia.

Baca Juga :  Empat Perambah Tahura OKH Jambi Resmi Diseret ke Pengadilan, Terancam 10 Tahun Penjara

Warga sekitar juga mengaku telah lama mengetahui kondisi kesehatan korban yang kerap menurun, terlebih karena ia tinggal seorang diri di pondok kebun tersebut.

Meski demikian, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang dibuat oleh pihak kepolisian.

Polisi memastikan, kasus ini tidak mengarah pada tindak pidana dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut. *

Pos terkait