Garda Revolusi Islam Iran Umumkan Operasi Militer Terbesar Usai Syahidnya Khamenei

Senjata Paling Brutal Milik Iran. -FOTO/ FOX NEWS-

KEJARKABAR.COM, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu, mengumumkan dimulainya “operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran” menyusul konfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.

Kantor berita Iran Tasnim menyebutkan bahwa Khamenei syahid di kantornya pada Sabtu pagi.

“Dalam beberapa saat, operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap Israel dan pangkalan teroris Amerika akan dimulai,” sebut pernyataan IRGC seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran itu.

Baca Juga :  Di Tengah Klaim Penangkapan oleh AS, Wapres Tegaskan Maduro Masih Presiden Venezuela

Pada Sabtu, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel, serta ke fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Iran Umumkan Serangan Rudal Terbaru Ke Israel, Pangkalan As Di Timteng

Gelombang baru serangan rudal telah diluncurkan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, demikian diumumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu.

“Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai,” kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

Baca Juga :  Dugaan Terkait Jeffrey Epstein! Adik Raja Charles III Ditangkap Polisi Inggris, Istana Tegaskan Hukum Harus Ditegakkan

IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke 27 titik, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap,” demikian pernyataan IRGC.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

Baca Juga :  AFC Tegur Keras Malaysia! Pemerintah Tak Boleh Sentuh FAM, Usai Skandal Pemain Warisan

Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.

Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei. (*)

Sumber: ant

Pos terkait