Usai Ali Khamenei Gugur, Iran Siap Gelar Pemilihan Pemimpin Tertinggi Baru

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. -ANTARA/Andolu Ajansi/pri-

KEJARKABAR.COM, TEHERAN – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan berkumpul pada Minggu dan memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan Ali Khamenei yang gugur.

“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.

“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” ucap dia, menambahkan.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

Baca Juga :  AFC Tegur Keras Malaysia! Pemerintah Tak Boleh Sentuh FAM, Usai Skandal Pemain Warisan

Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada Minggu, televisi nasional Iran mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei syahid akibat serangan rudal AS-Israel tersebut.

Terkait serangan balasan, Larijani memastikan bahwa Iran tidak berniat menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, tetapi Teheran bermaksud hanya menyerang pangkalan militer AS, yang bukan merupakan wilayah negara mereka.

Qatar Nyatakan Berhasil Gagalkan Beberapa Serangan Iran

Pasukan pertahanan udara Qatar berhasil menggagalkan sejumlah serangan Iran, kata Kementerian Pertahanan (Kemhan) negara tersebut pada Sabtu.

“Kementerian Pertahanan Negara Qatar mengumumkan bahwa, berkat tingkat kesiapan yang tinggi, kewaspadaan keamanan, serta koordinasi erat antar-otoritas terkait, telah berhasil mencegat dan menggagalkan sejumlah serangan yang menargetkan wilayah negara,” bunyi pernyataan kementerian.

Baca Juga :  Garda Revolusi Islam Iran Umumkan Operasi Militer Terbesar Usai Syahidnya Khamenei

Suara ledakan terdengar di seluruh wilayah Qatar, dan peringatan dikirim ke ponsel warga agar berlindung di rumah masing-masing, lapor koresponden RIA Novosti.

Beberapa rangkaian ledakan dahsyat juga terdengar di Doha. Ledakan terjadi setiap beberapa menit dan terdengar di berbagai penjuru negara.

Ledakan juga terdengar di ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, kata sejumlah saksi mata kepada RIA Novosti.

“Ada beberapa ledakan, awalnya satu, lalu 5-10 menit kemudian beberapa lagi, tetapi terdengar teredam,” kata seorang saksi mata yang tinggal di Abu Dhabi.

Baca Juga :  Dugaan Terkait Jeffrey Epstein! Adik Raja Charles III Ditangkap Polisi Inggris, Istana Tegaskan Hukum Harus Ditegakkan

Ledakan di Abu Dhabi terus berlanjut dengan frekuensi yang bervariasi, ujar saksi lainnya kepada RIA Novosti.

Beberapa ledakan juga terdengar di Dubai, lapor koresponden RIA Novosti. Para saksi mata turut mengonfirmasi mendengar ledakan.

“Saya tinggal di kawasan Jebel Ali, dan baru saja terjadi ledakan, dan saya melihat dan mendengar sebuah roket jatuh di kejauhan,” kata seorang saksi mata

Kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM), turut melaporkan bahwa sejumlah rudal Iran telah berhasil dicegat di UEA. (*)

Pos terkait