Ali Khamenei Gugur, Iran Tetapkan Otoritas Kepemimpinan Sementara

Ali Khamenei Gugur, Iran Tetapkan Otoritas Kepemimpinan Sementara. -ist-

KEJARKABAR.COM, TEHERAN – Presiden Iran, ketua pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, kata Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber.

“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” ungkap kantor berita IRNA mengutip Wapres Mokhber.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga :  Terungkap! Uji Coba Turbin PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) Penyabab Air Danau Surut, Ini Kata BWSS Jambi

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.

Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei.

Rusia desak AS dan Israel hentikan agresi ke Iran

Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia menuntut Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan tindakan agresif mereka terhadap Iran.

Berbicara dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Nebenzia menyebut agresi terhadap Iran itu telah memicu eskalasi di kawasan dan berpotensi menyebar jauh melampaui perbatasannya.

Baca Juga :  Trump Siap Luncurkan Gelombang Kedua Serangan ke Venezuela, Ini Reaksi Dunia!

Seperti dilaporkan RIA Novosti dari Markas PBB, New York, Ahad, Nebenzia menilai tindakan AS dan Israel itu merupakan “aksi agresi bersenjata tanpa provokasi” yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.

Menurut Nebenzia, aksi itu berisiko menimbulkan bencana kemanusiaan dan ekonomi yang serius di kawasan.

Eskalasi di sekitar Iran juga mengancam keamanan nuklir dan radiologis, ujarnya, serta menekankan harapannya agar Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengecam serangan tersebut.

Duta besar Rusia untuk PBB itu menyatakan Moskow siap membantu menemukan solusi diplomatik bagi krisis di Iran.

“Kami menekankan perlunya segera melanjutkan penyelesaian politik dan diplomatik, mencari solusi berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan. Rusia siap memberikan semua bantuan yang diperlukan,” katanya.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Rafina Pembobol Rekening Nasabah Bank Jambi Cabang Kerinci Pidana Penjara 11 Tahun

Nebenzia juga memastikan Rusia mengambil semua langkah untuk melindungi warganya di Iran.

“Negara kami mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Rusia di Republik Islam Iran,” ujar dia.

Pada Sabtu, 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan tetapi juga korban sipil.

Iran membalas dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (*)

Pos terkait