Ternyata Material Khusus Ini Tingkatkan Ketahanan V-Belt Motor di Iklim Tropis, Michelin Hadirkan EPDM

Michelin menghadirkan solusi dengan material EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer rubber). (ist/kejarkabar.com)

JAKARTA, KEJARKABAR – Bagi pengendara motor di Indonesia, panas terik, hujan deras, dan kemacetan bukan hanya ujian fisik, tapi juga tantangan bagi komponen kendaraan.

Salah satu yang paling rawan adalah v-belt, penghubung tenaga antara mesin dan roda yang bekerja nonstop.

Michelin menghadirkan solusi dengan material EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer rubber), karet sintetis yang dikenal kuat, fleksibel, dan tahan terhadap panas, kelembapan, sinar UV, dan ozon. Dengan EPDM, v-belt dapat bekerja stabil pada suhu ekstrem -30 °C hingga +130 °C, sehingga lebih awet dan minim risiko retak atau melar.

Baca Juga :  Harga Turun Diam-Diam! Changan Lumin Dijual Rp183 Juta, Kirim ke Konsumen Sebelum IIMS 2026

Kombinasi EPDM dan lapisan nilon cord berkekuatan tinggi menjanjikan penyaluran tenaga lebih presisi, suara mesin lebih halus, dan usia pakai lebih panjang.

Menurut Budi Santoso, Manager Pemasaran PT eLangsung International Agency, distributor tunggal Michelin di Indonesia:

“Dengan usia pakai lebih panjang, konsumen tidak perlu sering mengganti v-belt, sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.”

Baca Juga :  SPT Menkeu Purbaya Kurang Bayar Rp50 Juta, Ini Penjelasan Resmi dari Kemenkeu

V-belt berbahan EPDM ini cocok untuk pengendara harian maupun pelaku usaha transportasi yang membutuhkan efisiensi dan keandalan maksimal di jalanan tropis Indonesia. (*)

Pos terkait