Kapolda Jambi Serukan Sinergi Santri dan Polisi: Menyebarkan Nilai-nilai Islam yang Damai

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar (ketiga kanan) pada peringatan Hari Santri nasional di salah satu ponpes di Kabupaten Muaro Jambi. (ist/Humas Polda Jambi)

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Provinsi Jambi tak hanya menjadi ajang mengenang jasa para ulama, tetapi juga momentum penting memperkuat kerja sama antara pesantren dan aparat keamanan.

Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dalam Apel Akbar Hari Santri yang digelar di Pondok Pesantren Daaru Attauhid, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

“Hari Santri bukan sekadar peringatan sejarah, tapi juga pengingat bahwa santri dan aparat punya peran penting menjaga kedamaian, keamanan, serta persatuan bangsa,” ujar Irjen Krisno.

Baca Juga :  Wali Kota Maulana Dukung Penerapan Hukuman Kerja Sosial bagi Pelaku Pidana

Apel akbar yang berlangsung khidmat itu mengusung tema “Membangun Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” dan diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh Provinsi Jambi.

Kapolda juga menyampaikan harapannya agar para santri dapat menjadi penerang bagi masyarakat dan penebar kedamaian.

“Selamat Hari Santri Tahun 2025, semoga para santri bisa menjadi penerang bangsa dan penebar keberkahan di masyarakat. ” ucap Kapolda Jambi,  Rabu (22/10) lalu.

Sementara itu bertindak sebagai pembina apel peringatan Hari Santri nasional di Jambi yaitu anggota DPR RI H Hasan Basri Agus, sementara turut hadir Gubernur Jambi yang diwakili oleh Kadis Ketahanan Pangan Johansyah, Kajati Jambi diwakili Koordinator Bidang Intelijen Ryan Palasi, Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Dr H. Mahbub Daryanto, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat Jambi.

Baca Juga :  Mengejutkan! Mantan Kadisperindag Tebo Cuma Divonis 1 Tahun, Lebih Rendah dari Anak Buahnya 

Dalam amanatnya, Hasan Basri Agus menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari.

Ia juga berpesan agar para santri masa kini mampu menjadi pelopor kemajuan bangsa dan santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.

Baca Juga :  Sarolangun Diguncang Gempa Tektonik M5,1 Getarannya Dirasakan hingga Bengkulu

Dia mengingatkan bahwa dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan berkeadaban.

Kegiatan apel akbar Hari Santri nasional 2025 ditutup dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu mars Hari Santri nasional dan Ya Lal Wathon, serta penyerahan piagam penghargaan dari Kemenag RI kepada sejumlah tokoh dan pemenang MQKN Provinsi Jambi. (*)

Pos terkait