Prodi D3 Keswan UNJA Berdayakan Peternak Desa Panerokan dalam Mencegah Kembung Kambing

Program Studi D3 Kesehatan Hewan Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Mencegah Kembung Kambing di Desa Panerokan, Batanghari. (ist/universitas jambi)

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Kambing telah menjadi ternak andalan masyarakat sebagai sumber pangan sekaligus penopang ekonomi keluarga.

Namun, penyakit kembung masih menjadi tantangan serius karena dapat menyebabkan kematian mendadak, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan peternak dan jumlah ternak yang dimiliki

Program Studi D3 Kesehatan Hewan Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Panerokan, Kabupaten Batang Hari, Jambi, dengan tujuan utama memberdayakan peternak agar memiliki keterampilan praktis dalam mencegah sekaligus menangani kasus kembung pada kambing secara mandiri dan efektif.

Dr. drh. Sri Wigati menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan praktik lapangan.

Baca Juga :  Buka Rakortek, Gubernur Al Haris Ingatkan Daerah Harus Punya Data Aman dan Terintegrasi

“Dengan metode ini, peternak diharapkan dapat memahami penyebab, mengenali tanda-tanda awal, serta mempelajari cara penanganan kembung yang tepat. Selain itu, peternak juga dilatih teknik darurat seperti trokarisasi, serta manajemen pakan yang baik untuk mencegah kambing mengalami kembung,” ujar Dr. Sri Wigati.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari.

Menurut mereka, penyuluhan yang dilakukan tim pengabdian Prodi D3 Kesehatan Hewan UNJA memberi pengetahuan baru sekaligus menumbuhkan semangat peternak dalam mengembangkan usaha kambing di Desa Panerokan.

Ketua Kelompok Tani Makmur Bersama menegaskan pentingnya kegiatan ini.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Siapkan 13.290 Sambungan Jargas, Ini Cara Warga Bisa Hemat Ratusan Ribu Setiap Bulan

“Penyakit kembung masih menjadi tantangan serius karena dapat menyebabkan kematian mendadak, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan peternak dan jumlah ternak yang dimiliki,” ungkap Ketua Tani.

drh. Ahmad Syarifuddin, M.Sc. yang memaparkan tentang jenis-jenis kembung pada kambing, faktor penyebab, gejala klinis, serta langkah penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan peternak.

Pengetahuan ini diharapkan mampu menekan angka kejadian kembung di tingkat peternak.

Suasana penyuluhan berjalan hangat. Para anggota kelompok tani terlihat antusias berdiskusi, saling berbagi pengalaman tentang kasus yang sering dijumpai di kandang, dan mencari solusi praktis yang bisa segera diterapkan.

Baca Juga :  Bikin Bangga! Mahasiswa UNJA Temukan Inovasi Penghilang Bau Mulut dari Biji Jintan Hitam

Diskusi ini tidak hanya memperkaya wawasan peternak, tetapi juga mempererat komunikasi mereka dengan tenaga medis veteriner.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Jambi (UNJA) untuk terus mengembangkan praktik peternakan yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, peternak, dan pemerintah daerah, diharapkan lahir ekosistem peternakan yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. drh. Sri Wigati, M.Agr.Sc., bersama para anggota tim. Turut hadir perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari, serta anggota Kelompok Tani Makmur Bersama dari Desa Pematang Gajah yang memiliki ternak kambing.(*)

Pos terkait