Kasus Curanmor Meningkat di Kampus UNJA dan UIN, Polres Muaro Jambi Bentuk Tim Khusus

Ilustrasi aksi curanmor.

MUAROJAMBI, KEJARKABAR.COM – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sekitar lingkungan kampus kini makin meresahkan mahasiswa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Menyikapi maraknya kasus tersebut, Polres Muaro Jambi memperkuat strategi pengamanan dengan membentuk tim khusus dan meningkatkan patroli di kawasan rawan.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan menegaskan bahwa fenomena curanmor dan geng motor di kawasan Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

“Dalam tiga bulan terakhir, dua fenomena yang paling menonjol di wilayah Polsek Jaluko adalah geng motor dan curanmor. Ini sudah jadi atensi Polda Jambi,” ungkap Heri, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  Bilqis, Bocah 4 Tahun yang Diculik Makassar, Ditemukan Selamat di Kabupaten Merangin Jambi

Ia menginstruksikan jajaran Polsek Jaluko untuk lebih jeli memetakan lokasi dan waktu rawan pencurian, terutama di daerah yang banyak dihuni mahasiswa dan rumah kos.

“Kapolsek dan Kanit Reskrim harus bisa membaca pola – di mana dan kapan rawan curanmor terjadi,” tegasnya.

Kapolsek Jaluko Iptu Yohanes Chandra Putra mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2025, laporan kasus curanmor di wilayah hukum Polsek Jaluko menunjukkan tren peningkatan.

Wilayah paling rawan meliputi Desa Simpang Sungai Duren, Kawasan Kampus UIN STS Jambi, dan Desa Mendalo Indah di sekitar kampus UNJA.

Baca Juga :  Keren! Polisi dan Warga Kompak Rehabilitasi Jembatan Demi Anak Sekolah dan Petani Muaro Jambi

“Beberapa kasus sudah berhasil kita ungkap, tapi sebagian masih dalam proses penyelidikan karena keterbatasan personel,” ujar Yohanes.

Untuk menekan angka pencurian, polisi kini gencar melakukan sosialisasi langsung ke kos-kosan mahasiswa dan perumahan padat penduduk, sekaligus mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku curanmor.

Selain itu, patroli malam diperkuat, tim reaksi cepat dibentuk, dan Bhabinkamtibmas dilibatkan membantu tugas reserse serta sabhara untuk mempercepat respon terhadap laporan masyarakat.

“Banyak kasus curanmor terjadi karena kelengahan penghuni kos dan lemahnya sistem pengamanan lingkungan. Kami terus berupaya menjaga stabilitas keamanan,” tambah Kapolsek Yohanes.

Baca Juga :  Polda Ungkap Praktik Curang Gas 12 Kg, Warga Jambi Bisa Rugi Hingga 2 Kg per Tabung

Polisi juga mengimbau mahasiswa agar tidak menyepelekan keamanan motor, terutama saat parkir di luar kos atau di area kampus yang sepi. Penggunaan kunci ganda dan penerangan cukup di halaman kos menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah aksi pelaku.

Dengan strategi baru ini, Polres Muaro Jambi berharap angka curanmor di kawasan kampus bisa ditekan, dan rasa aman di lingkungan mahasiswa kembali terjaga. (*)

Pos terkait