KEJARKABAR.COM, JAKARTA – Aktris Maudy Ayunda mendapatkan kesempatan mengisi original soundtrack (OST) film terbaru garapan sutradara Wregas Bhanuteja berjudul “Para Perasuk”.
Dalam film ini, Maudy mengisi OST film “Para Perasuk” dengan menyanyikan dua lagu sekaligus yaitu “Aku yang Engkau Cari” dan “Di Tepi Lamunan” di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Menurut Maudy, lagu “Di Tepi Lamunan” terdapat dua interpretasi, yang menggambarkan film tersebut yakni sosok Perasuk yang bernyanyi untuk Pelamun, serta bisa ditujukan bagi seseorang yang membutuhkan tempat untuk bersandar pada orang terdekat.
“Tapi di sisi lain ini juga lagu buat siapa pun yang punya keresahan, yang ingin mencari tempat rehat sejenak, ingin mencari pelarian, bersandar di orang yang dia sayang. Kayak ada dua interpretasi sih,“ tutur Maudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Lafa menceritakan bahwa lagu “Aku yang Engkau Cari” proses terciptanya kurang dari satu jam usai sebelumnya mereka sudah menonton film “Para Perasuk”.
“Kita masuk studio terus kayak setengah jam sudah jadi. ‘Aku yang Engkau Cari’ itu kan lagu tentang harapan yang ingin digapai dan sebagainya, harapan yang hilang lalu dia kembali dan sebagainya,” tutur Lafa.
Dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C, film “Para Perasuk” mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda untuk menjadi perantara roh, di saat kekuatan dari luar tengah mengancam desanya.
Di film ini, Wregas juga dengan piawai mengeksplorasi fenomena kerasukan menjadi sebuah pengalaman komunal masyarakat, alih-alih sekadar sebagai sesuatu yang eksotis.
Film “Para Perasuk” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Bintang film “Para Perasuk” itu menilai Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang banyak, akses terhadap layar dan bioskop masih belum merata.
“Untuk perfilman Indonesia aku berharap bisa semakin merata lagi. Layar dan bioskop itu belum cukup banyak untuk untuk bisa diresap dan dialami bagi setiap orang di Indonesia,” ujar Maudy dalam temu media di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Maudy juga berharap jumlah layar bioskop bisa semakin bertambah sehingga juga bisa dinikmati masyarakat di berbagai daerah, terutama di luar Pulau Jawa.
“Kalau soal pemerataan memang harus kita lakukan lagi tapi ini juga apply di film, di layar supaya semakin banyak lagi teman-teman di luar Pulau Jawa dan di daerah-daerah yang bisa juga ngikutin experience menonton film di bioskop,” tutur Maudy.
Adapun Hari Film Nasional (HFN) ditetapkan dan diperingati setiap tahun pada 30 Maret. (*)





