KEJARKABAR.COM, MUARO JAMBI – Masuk sepekan, penyebab keracunan massal santapan MB yang menimpa ratusan siswa, guru, dan balita di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, belum terungkap.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan warga tersebut.
Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, beberapa waktu lalu turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Empat SPPG menjadi sasaran sidak, yakni SPPG Kasang Pudak, Kasang Kumpeh, Niaso, dan Bukit Baling yang tersebar di Kecamatan Kumpeh Ulu, Maro Sebo, dan Sekernan.
Dari hasil sidak tersebut, Budhi menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan pangan.
Di SPPG Kasang Kumpeh dan Kasang Pudak, persoalan paling krusial ditemukan pada pengelolaan air limbah.
Sistem pembuangan yang tidak memadai dinilai berisiko menjadi sumber kontaminasi makanan.
Sementara itu, di SPPG Niaso dan Bukit Baling, fasilitas pendinginan makanan diketahui masih berada dalam satu ruangan dengan aktivitas lain.
Padahal, sesuai standar keamanan pangan, ruang pendinginan seharusnya terpisah guna mencegah terjadinya pencemaran silang.
Keracunan massal ini terjadi setelah warga mengonsumsi makanan bergizi (MBG) yang disediakan oleh SPPG Sengeti pada Jumat (30/1/2026).
Tak lama berselang, korban dari berbagai kelompok usia mengeluhkan gejala mual, muntah, dan diare.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, menyebutkan hingga Kamis (5/2/2026) sebanyak 148 orang tercatat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari jumlah tersebut, 45 orang menjalani rawat jalan, sementara 101 pasien sempat dirawat inap secara kumulatif. Dua pasien lainnya sempat dirujuk ke rumah sakit lain.
“Seluruh pasien saat ini sudah dipulangkan dan tidak ada lagi yang menjalani perawatan, termasuk dua pasien yang sebelumnya dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi,” ujar Aang.
Meski kondisi korban telah membaik, penyebab pasti keracunan masih belum diketahui. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait telah mengamankan sisa makanan serta sampel muntahan pasien untuk diuji di laboratorium milik pemerintah provinsi dan oleh tim investigasi Provinsi Jambi. (*)





