MUARASABAK, KEJARKABAR.COM – Tim petugas gabungan berjibaku menyusun strategi taktis guna memadamkan peristiwa kebakaran lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), tepatnya di Resort Simpang Datuk, SPTN Wilayah 1 (Grid 1.3.2).
Kepala Balai TNBS, Yunaidi, membenarkan adanya insiden kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut pada Rabu petang 26 Agustus 2026.
Saat ini, fokus utama petugas di lapangan adalah mencari akses jalur darat yang lebih efektif guna menjangkau titik pusat atau “kepala api” untuk mempercepat proses penjinakan si jago merah.
Lokasi dan Luas Area Terdampak
Berdasarkan laporan resmi, titik api terpantau berada di kawasan parit empat, Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang,
Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Wilayah yang terbakar meliputi area di dalam kawasan TNBS serta sebagian Area Penggunaan Lain (APL), dengan dominasi vegetasi semak belukar di atas struktur tanah gambut yang kering.
Dari hasil pemetaan udara menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone), luas total lahan yang dilalap api ditaksir mencapai 21,8 hektare. Dari angka tersebut, sekitar 13,2 hektare di antaranya berada persis di dalam zona kawasan konservasi TNBS.
Kendala Pemadaman dan Langkah Lanjutan
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat tiupan angin kencang yang membuat kobaran api cepat merambat dan meluas. Mengingat faktor risiko keselamatan, operasi pemadaman darat terpaksa dihentikan sementara pada Rabu malam.
Sebagai langkah tindak lanjut untuk esok hari, satuan tugas penanggulangan kebakaran menyiapkan sejumlah strategi penguatan, yang meliputi:
• Penebalan Personel: Menambah jumlah kekuatan tim gabungan di garis depan.
• Optimalisasi Peralatan: Memperpanjang bentangan selang air untuk menembus titik-titik api yang sulit dijangkau.
Menanggapi kejadian ini, Yunaidi mengimbau seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan tidak melakukan aksi pembakaran lahan. Mengingat kondisi cuaca musim kemarau yang ekstrem, material di lapangan menjadi sangat rentan terbakar dan jauh lebih sulit dikendalikan apabila api telanjur membesar. *





