Gempar! Arca Kuno & Emas Misterius Ditemukan di Kota Kapur, Bukti Peradaban Besar Nusantara

Arca temuan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi di Kota Kapur, Kabupaten Bangka. ANTARA/HO-Humas BPK Wilayah V Jambi

PANGKALPINANG, KEJARKABAR.COM – Penemuan mengejutkan kembali muncul dari Situs Kota Kapur di Kabupaten Bangka. Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi mengungkap ditemukannya arca kuno serta potongan emas yang diduga menjadi jejak penting peradaban besar masa lampau di kawasan tersebut.

Kepala BPK Wilayah V Jambi, Agus Widiatmoko, mengungkapkan bahwa berbagai arca yang berhasil ditemukan kini sedang diamankan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses penelitian lebih mendalam.

Baca Juga :  KPK Tuntut 4 Tahun Penjara, Suliyanti Berharap Hak Politik Tak Dicabut dalam Kasus Uang Ketok Palu

“Kota Kapur menyimpan jejak pemukiman kuno yang berada dalam area benteng dengan parit dan pelabuhan-pelabuhan tua. Selain arca dan potongan emas, tim juga menemukan botol kaca, fragmen arca, keramik Tiongkok, hingga kepingan serta batangan emas,” ujarnya di Pangkalpinang, Minggu.

Situs bersejarah yang berdiri di atas bentang perbukitan kecil ini memiliki ciri khas berupa Bukit Besar yang terlihat dari Selat Bangka. Wilayah ini dahulu menjadi sumber air bagi sejumlah sungai yang mengalir ke berbagai arah.

Baca Juga :  Ngaku Pegawai Kejaksaan, Ternyata Pemuda 22 Tahun Ini Jaksa Gadungan! Diamankan Kejati Jambi di Sebuah Kafe

Namun, Agus menyoroti kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Area di sekitar kaki Bukit Besar kini berubah menjadi lokasi tambang, menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya tutupan vegetasi.

Secara geografis, situs Kota Kapur berbatasan dengan Sungai Mendo di utara, Desa Penagan di selatan, Selat Bangka di barat, dan Sungai Rukam di timur. Kini, sebagian besar area situs telah beralih fungsi menjadi kebun karet, lada, durian, enau, duku, hingga ladang padi.

Baca Juga :  Ngaku Punya Jalur Khusus Haji, Oknum ASN Tanjab Timur Tipu Warga hingga Ratusan Juta

“Perlu kolaborasi berbagai pihak untuk memulihkan dan melindungi kawasan Kota Kapur agar warisan budaya ini tetap lestari,” tegasnya. (*)

Pos terkait