Pemkot Tunggu Hasil Labor, Dugaan Keracunan Makanan Tiga Guru SMPN 7 Kota Jambi Usai Cicipi MBG

Foto ilustrasi mual setelah konsumsi makanan. -ist-

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah guru di SMP Negeri 7 Kota Jambi, yang sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut, termasuk apakah benar disebabkan oleh keracunan makanan. Pemerintah memilih bersikap hati-hati sambil menunggu hasil pemeriksaan ilmiah.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, serta pihak terkait lainnya untuk menelusuri sumber masalah. Ia juga menekankan bahwa seluruh penyedia makanan dalam program MBG diwajibkan memenuhi standar kebersihan melalui Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS).

Baca Juga :  Disaat Harga Tinggi, Cabai Petani Muarojambi Malah Diserang Hama dan Banyak yang Membusuk

“Saat ini proses pembangunan SPPG terus berjalan dan ditargetkan mencapai 100 titik operasional. Semua penyedia harus memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Maulana, Jumat (10/4/2026).

Terkait insiden di SMPN 7, ia menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mengonsumsi makanan yang sama mengalami gejala gangguan kesehatan. Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah belum dapat menarik kesimpulan awal.

Baca Juga :  Catat! Ini Fakta Mengejutkan tentang Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli Penyebab Keracunan MBG di Muarojambi

“Kami tidak ingin berspekulasi. Hasil laboratorium akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebabnya,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan seluruh penyedia makanan untuk disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam aspek pengolahan, kebersihan, dan sanitasi makanan.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan bahwa hanya tiga guru yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG. Humas SMPN 7, Junarso, mengungkapkan bahwa ketiganya memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, yang diduga turut memengaruhi reaksi tubuh mereka.

Baca Juga :  Wali Kota Jambi Batasi Pengisian BBM Solar Truk Roda Enam di 7 SPBU Dipinggiran Kota

“Puluhan siswa dan sekitar 20 guru lainnya juga mengonsumsi makanan yang sama, namun tidak mengalami gejala,” jelasnya.

Ketiga guru tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dua orang telah diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya masih dalam pengawasan medis.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi telah mengamankan sampel makanan serta sampel medis untuk diuji di laboratorium. Pemerintah memastikan hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah selanjutnya. *

Pos terkait