Angin Puting Beliung Porak Porandakan 32 Rumah dan Satu Sekolah di Dua Desa Jaluko

Atasp rumah warga rusak berat akibat diterjang angin puting beliung yang menerjang dua desa di Jaluko, Muarojambi, Senin 9 Maret 2026. -ist/kejarkabar.com-

MUAROJAMBI, KEJARKABAR.COM – Puluhan rumah warga dan satu bangunan sekolah mengalami kerusakan, rusak akibat angin puting beliung yang menerjang 2 Desa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mencatat sedikitnya 32 rumah terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan dampak kerusakan tersebar di dua Desa, yakni Desa Pematang Gajah dan Desa Simpang Sungai Duren.

Baca Juga :  Konflik Tapal Batas Puding–Pulau Mentaro Tak Kunjung Usai, Kesbangpol Dinilai Tutup Mata

“Rumah yang terdampak bencana angin puting beliung pada 3 Maret kemarin, berjumlah 32 unit dan satu sekolah,” kata Anari, Senin 9 Maret 2026 .

Ia merinci, di Desa Pematang Gajah terdapat enam rumah yang mengalami kerusakan.

Sementara di Desa Simpang Sungai Duren tercatat 26 rumah warga terdampak serta satu bangunan sekolah.

Menurut Anari, hingga kini BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.

Baca Juga :  Warga Jambi Geger, Seorang Wanita Diduga Nekat Lompat dari Jembatan Aurduri I

Petugas juga telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.

Meski peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan pada puluhan bangunan, pemerintah daerah belum menetapkan status tanggap darurat.

Saat ini, kata dia, wilayah Muaro Jambi masih berada pada tahap kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Belum ada penetapan status. Saat ini masih dalam kondisi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi,” sampainya.

Baca Juga :  Uji Labor Ungkap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Ecoli Penyebab Ratusan Siswa Keracunan Makanan MBG di Muarojambi

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (*)

Pos terkait