KEJARKABAR.COM – Harga emas perhiasan di Indonesia melonjak tajam pada Oktober 2025, tercatat inflasi bulanan mencapai 11,97 persen, level tertinggi dalam 26 bulan terakhir, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencatat inflasi 3,05 persen dengan andil 0,21 persen.
“Kenaikan harga emas perhiasan sudah berlangsung lebih dari dua tahun berturut-turut, seiring tingginya permintaan domestik dan pengaruh harga emas global yang meningkat,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (3/11).
Selain emas, BPS juga mencatat kenaikan harga energi seperti listrik dan bahan bakar rumah tangga, yang mendorong inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,59 persen, dengan andil inflasi 0,25 persen.
Secara keseluruhan, inflasi bulanan Indonesia Oktober 2025 tercatat 0,28 persen, naik dari Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,74 pada September menjadi 109,04 pada Oktober. Inflasi tahunan (yoy) mencapai 2,86 persen, sementara inflasi tahun kalender (ytd) 2,10 persen.
Lonjakan harga emas ini diperkirakan akan tetap menjadi perhatian investor dan konsumen, seiring tren global yang masih cenderung meningkat. (*)





