KEJARKABAR.COM, JAMBI – Wacana penyaluran beras Bulog bagi jamaah haji dan umrah khususnya selama bulan Ramadan, bukan pembagian beras secara langsung.
Itu Merupakan program pengiriman beras asal Indonesia untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji di Arab Saudi.
Adapun beras yang dimaksud merupakan beras produksi Indonesia, bukan secara spesifik beras Bulog untuk dibagikan kepada jemaah.
Kepala Kanwil Kementrian Haji dan Umroh Provinsi Jambi, Dr.H. Wahyudi Abdul Wahab, M. Fil.I, menjelaskan bahwa yang sedang dipersiapkan pemerintah adalah pengiriman beras dari Indonesia ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan jemaah haji.
“Yang kita tahu bahwa pemerintah melakukan ekspor beras ke Saudi untuk persiapan konsumsi bagi jemaah haji nanti. Artinya begini, beras dari Indonesia untuk jemaah-jemaah haji. Selama ini kan beras dikirim dari luar negeri, misalnya dari Vietnam atau Thailand. Nah yang saya baca itu sekarang persiapannya beras dari Indonesia,” jelasnya.
Tidak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan bumbu khas Tanah Air agar cita rasa makanan yang disajikan tetap sesuai selera jemaah Indonesia.
“Termasuk bumbu dari Indonesia supaya jemaah haji kita itu bisa menikmati makanan haji dengan cita rasa Nusantara,” tambahnya
Sementara itu, program ini disebut sudah mulai berjalan sejak tahun lalu, meski belum sepenuhnya optimal. Pada musim haji sebelumnya, penerapan bumbu bercita rasa Nusantara disebut baru sekitar 60 persen.
“Tahun lalu sudah mulai sebetulnya, tapi belum optimal. Misalnya baru 60 persen bumbu cita rasa Nusantara. Nah tahun ini Kementerian Haji bekerja sama dengan stakeholder lain untuk mendukung proses itu, misalnya dengan Kementerian Perdagangan,” ujarnya
ia juga menambahkan kebijakan ini menjadi bagian dari konsep ekosistem ekonomi haji yang tengah didorong pemerintah.
“Dalam istilah di Kementerian Haji adalah ekosistem ekonomi haji, bagaimana haji ini berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (*)





