Bupati Sarolangun Luncurkan Inovasi “Besti Cantin” dan Jargon “Genting Berbakti Maju” untuk Percepat Penurunan Stunting

Bupati Sarolangun Hurmi, memukul gong saat peluncuran Jargon “Genting Berbakti Maju” dan Inovasi “Bebas Stunting Calon Pengantin (Besti Cantin)” sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting menuju generasi Sarolangun yang sehat dan berkualitas. (ist/kejarkabar.com)

SAROLANGUN, KEJARKABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat komitmen menurunkan angka stunting dengan menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting bertema “Menjadi Orang Tua Hebat Melalui Perubahan Perilaku dalam Mendukung Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting.” Acara ini diwarnai peluncuran jargon “Genting Berbakti Maju” dan inovasi “Bebas Stunting Calon Pengantin (Besti Cantin).”

Baca Juga :  Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran hingga 30 Maret, Maskapai Penerbangan Siapkan Layanan Extra Flight

Bupati Sarolangun, H. Hurmin, menegaskan bahwa upaya penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.

“Kita harus bergerak bersama menciptakan generasi sehat dan cerdas demi Sarolangun Maju,” ujarnya.

Kepala Dinas BKKBN Sarolangun, Jupri, menambahkan pentingnya perencanaan berbasis data untuk mencapai target nasional penurunan stunting menjadi 14 persen.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri 2025 Penuh Haru dan Semangat Kebangsaan, Ribuan Santri Lebih dari 100 Pondok Pesantren Tumpah Ruah

Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, calon pengantin akan mendapat edukasi kesehatan reproduksi dan gizi sebagai bagian dari program Besti Cantin.

Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU, penyerahan sertifikat kepada calon pengantin siap nikah dan hamil, serta bantuan bahan pokok bagi ibu penerima manfaat. Program ini diharapkan menjadi gerakan perubahan perilaku keluarga menuju Sarolangun bebas stunting pada 2025. (*)

Pos terkait