Wali Kota Maulana Dukung Penerapan Hukuman Kerja Sosial bagi Pelaku Pidana

Wali Kota Jambi Maulana melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi tentang Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial Bagi Pelaku Pidana di Jambi. -ist/kejarkabar.com-

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan hukuman kerja sosial bagi pelaku tindak pidana, sesuai ketentuan perundang-undangan yang mulai berlaku pada awal 2026.

Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Jambi, Maulana, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Jambi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Kegiatan tersebut berlangsung serentak dengan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jambi dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, serta PKS antara seluruh Kejari dan Pemkab/Pemkot di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Dorong Daycare Ramah Anak, Orang Tua Bisa Lebih Tenang

Maulana menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menyambut implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang akan diberlakukan mulai 2 Januari 2026.

Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut ialah pengaturan mengenai pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman penjara jangka pendek atau denda.

Pidana kerja sosial akan diberikan dalam bentuk kewajiban melakukan pekerjaan tertentu tanpa imbalan, demi kepentingan masyarakat dalam waktu dan jumlah jam yang ditetapkan pengadilan. Bentuk pelaksanaannya akan disesuaikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Ngaku Pegawai Kejaksaan, Ternyata Pemuda 22 Tahun Ini Jaksa Gadungan! Diamankan Kejati Jambi di Sebuah Kafe

Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, Abdi Reza Fachlewi Junus, menekankan pentingnya sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah demi keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini.

“Kejaksaan tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah daerah, khususnya Pemkot Jambi, menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan optimal dengan tetap mengedepankan aspek HAM,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris turut mengapresiasi penerapan aturan baru tersebut.

Baca Juga :  Wow! Ganti Rugi Lahan Cair, Warga Jambi Mendadak Jadi “Miliarder”

Menurutnya, pidana kerja sosial dapat menjadi angin segar bagi sistem hukum nasional.

“Saya menyambut baik karena hukuman ini memberikan rasa keadilan,” kata Al Haris.

Dengan kerja sama ini, Pemkot Jambi berharap pelaksanaan pidana kerja sosial dapat menjadi solusi efektif dan humanis dalam penegakan hukum di daerah. (*)

Pos terkait