Bupati Sarolangun Luncurkan Inovasi “Besti Cantin” dan Jargon “Genting Berbakti Maju” untuk Percepat Penurunan Stunting

Bupati Sarolangun Hurmi, memukul gong saat peluncuran Jargon “Genting Berbakti Maju” dan Inovasi “Bebas Stunting Calon Pengantin (Besti Cantin)” sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting menuju generasi Sarolangun yang sehat dan berkualitas. (ist/kejarkabar.com)

SAROLANGUN, KEJARKABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat komitmen menurunkan angka stunting dengan menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting bertema “Menjadi Orang Tua Hebat Melalui Perubahan Perilaku dalam Mendukung Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting.” Acara ini diwarnai peluncuran jargon “Genting Berbakti Maju” dan inovasi “Bebas Stunting Calon Pengantin (Besti Cantin).”

Baca Juga :  Tiba-tiba Tebing Tambang Runtuh, Longsor PETI Sarolangun Tewaskan 6 Warga Seketika

Bupati Sarolangun, H. Hurmin, menegaskan bahwa upaya penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.

“Kita harus bergerak bersama menciptakan generasi sehat dan cerdas demi Sarolangun Maju,” ujarnya.

Kepala Dinas BKKBN Sarolangun, Jupri, menambahkan pentingnya perencanaan berbasis data untuk mencapai target nasional penurunan stunting menjadi 14 persen.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Luncurkan Gerakan 10B ASN Peduli Stunting, Al Haris: 270 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, calon pengantin akan mendapat edukasi kesehatan reproduksi dan gizi sebagai bagian dari program Besti Cantin.

Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU, penyerahan sertifikat kepada calon pengantin siap nikah dan hamil, serta bantuan bahan pokok bagi ibu penerima manfaat. Program ini diharapkan menjadi gerakan perubahan perilaku keluarga menuju Sarolangun bebas stunting pada 2025. (*)

Pos terkait