Ratusan Sopir Geruduk Kantor Wali Kota Jambi! Ini 5 Tuntutan Utama Para Sopir kepada Wali Kota Maulana

Ratusan sopir truk di Kota Jambi geruduk kantor Wali Kota Jambi. Para sopir minta agar merevisi Surat Edaran Wali Kota Jambi No. 19 Tahun 2025. (ist)

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Suasana di kawasan Tugu Keris Siginjai mendadak ramai dan menegangkan, Senin (20/10/2025), saat ratusan sopir truk material dari berbagai wilayah turun ke jalan menggelar aksi protes terbuka.

Aksi ini buntut dari kebijakan pembatasan pembelian solar subsidi yang dinilai sangat memberatkan mereka.

Sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan truk tampak diparkir berjajar di bahu jalan, memadati kawasan strategis tersebut hingga membuat arus lalu lintas tersendat.

Para sopir membawa spanduk tuntutan, meneriakkan aspirasi, dan meminta Wali Kota Jambi serta pihak Pertamina segera mencabut kebijakan yang menurut mereka tidak adil dan salah sasaran.

Baca Juga :  Ssstt! Ada Pembicaraan Bagi-bagi Duit Proyek DAK Fisik SMK Jambi di Cafe Estetik Jakarta

“Kami ini kerja bawa material tiap hari, tapi malah dibatasi beli solar. Ironisnya, pelangsir justru bebas beli. Kami minta aturan ini direvisi,” ujar Sarijan, salah satu perwakilan sopir.

Salah satu koordinator aksi, Ariadi, menyebutkan bahwa sopir-sopir yang hadir bukan hanya dari Kota Jambi, tapi juga dari luar daerah. Mereka sepakat bahwa pembatasan solar membuat aktivitas pengangkutan material nyaris lumpuh selama dua pekan terakhir.

Baca Juga :  Didemo Ratusan Sopir, Pemkot Jambi Akhirnya Melunak dan Revisi Aturan Pengisian Solar

Ini 5 Tuntutan Utama Para Sopir Truk:

Revisi Surat Edaran Wali Kota Jambi No. 19 Tahun 2025 karena dinilai tidak berpihak kepada sopir.

Penindakan terhadap pelangsir solar yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Pembatasan solar berdasar nominal harian Rp350.000, bukan per transaksi.

Kewajiban menunjukkan barcode dan STNK asli saat membeli BBM subsidi.

Revisi Perwal agar sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen, karena pembatasan di SPBU tertentu dianggap melanggar hak masyarakat.

Baca Juga :  Heboh! Emak-emak Diduga Komplotan Copet Beraksi di Pasar Talang Banjar Jambi, 3 Terduga Pelaku Diamankan

Mereka juga mengingatkan bahwa jika kendaraan truk berhenti total, maka rantai distribusi material akan terputus, dan pembangunan di Jambi terancam terhenti.

“Kami bukan cari ribut, kami cuma minta keadilan. Kalau truk kami stop, siapa yang angkut pasir, batu, dan semen untuk bangunan?” tegas Sarijan.

Aksi ini berjalan tertib dan damai, namun memberi sinyal kuat kepada pemerintah bahwa kebijakan energi subsidi harus lebih berpihak pada rakyat kecil, terutama sektor logistik dan infrastruktur. (*)

Pos terkait