Pelari dari 12 Negara Ramaikan Ajang Lari Lintas Alam Kerinci 100

243 atlet nasional dan mancanegara warnai lomba lari lintas alam Kerinci100 di Jambi, Sabtu (4/4/2026). -ist/kejarakabar.com-

KEJARAKABAR.COM, KERINCI – Kejuaraan lari lintas alam bertajuk Kerinci100 kembali menarik perhatian dunia.

Sebanyak pelari dari 12 negara turut ambil bagian dalam ajang internasional ini yang digelar di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Event ini menawarkan tantangan ekstrem dengan rute yang melintasi sejumlah ikon alam, seperti Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, hingga kawasan rawa pegunungan yang berada dalam bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Salah satu peserta internasional di kategori 100 kilometer asal Rusia, Alexey Serebryakov, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam Kerinci.

Ia menilai Gunung Kerinci memiliki panorama yang luar biasa dan memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari.

Meski saat ini tinggal sementara di Bali, Alexey mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap Pulau Sumatera.

Baca Juga :  Fakultas Pertanian Universitas Jambi Kembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi di TNKS

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keramahan masyarakat Indonesia yang menurutnya menjadi nilai tambah selama mengikuti ajang tersebut.

Kerinci100 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi wisata alam Indonesia di kancah internasional, khususnya kawasan TNKS yang dikenal sebagai salah satu warisan alam dunia.

“Good mountain, and I love Sumatra. I live in Bali, from Russia. Yeah, and I don’t know, I love people. (Gunung yang bagus, dan saya suka Sumatra. Saya tinggal di Bali, berasal dari Rusia. Ya, dan entahlah, saya suka orang-orangnya),” kata Alexey singkat.

Pelari kategori 70 Kilometer asal Bali, Anak Agung istri agung Wida Purnama Dewi di tempat yang sama mengaku mengikuti lomba semata mata ingin menggapai puncak Gunung Kerinci.

Baca Juga :  Jambi Tambah Sembilan Hutan Adat Baru, Total Hampir 8.000 Hektare Kini Dilindung

Meski pernah mengikuti ajang serupa di Gunung Batur (Bali), dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, namun dirinya tidak memiliki target juara.

Mengingat peserta yang ikut di ajang Kerinci100 merupakan pelari dengan tingkat pengalaman yang bagus dan teruji di setiap ajang lari lintas alam baik sekala regional maupun internasional.

“Cuma ingin menggapai puncak (Gunung Kerinci) saja, sama sekali tidak menargetkan juara ya,” kata Wida.

Direktur operasi event Kerinci100, Dian Ersukmara menjelaskan kejuaraan lari lintas alam ini poin tertinggi nya ada pada puncak Kerinci sebagai gunung api aktif tertinggi di Indonesia.

Di tambah lagi kumpul data (data base) mengenai lintas alam di Kerinci belum terlalu banyak seperti karakter lintasan, hal itu membuat daya tarik para atlet yang ikut berlomba.

Baca Juga :  Warga Perbatasan Bingung Masuk Wilayah Mana! Sengketa Tapal Batas Muarojambi-Sumsel Kini di Meja Kemendagri

“Pelari dituntut bisa membangun strategi menyikapi medan, bentang alamnya unik ada rawa itu menjadi tantangan tersendiri bagi peserta,” ulas dia.

Berdasarkan hasil verifikasi akhir, pelari dari 12 negara yang ikut bagian berasal dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Prancis, Belanda, Jepang, China, Filipina, Rusia, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam.

Panitia mencatat, jumlah peserta lomba Kerinci100 mencapai 243 orang. Terdiri atas 56 pelari dari luar negeri dan 187 dari berbagai penjuru tanah air. Lomba dibagi ke dalam empat kategori, 12 km, 30 km, 70 km dan 100 km. *

Pos terkait