Kanwil Kemenag Jambi Minta PPIU Tunda Pemberangkatan Umrah, Situasi Timur Tengah Memanas

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab. -ist-

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada proses penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, termasuk bagi jamaah asal Provinsi Jambi.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi terus melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi, terutama terkait pemulangan jamaah umrah yang saat ini masih berada di Tanah Suci.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan, kondisi yang berkembang di Timur Tengah berpengaruh terhadap operasional penerbangan.

Wahyudi menghimbau kepada jamaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menunda sementara pemberangkatan.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah dan Ancaman Hormuz Bikin Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000

“Tentu pertama, situasi yang berkembang di Timur Tengah pasti akan berdampak dalam proses penyelenggaraan haji dan umrah. Kami menghimbau kepada jamaah dan para pimpinan PPIU untuk menghentikan terlebih dahulu proses pemberangkatan umrah sampai situasi memungkinkan. Melindungi diri dan menjaga keselamatan harus diutamakan,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Ia juga mengatakan sebagian jamaah umrah yang berangkat pada bulan Ramadan mengalami kendala dalam proses pemulangan akibat penutupan sementara bandara dan penghentian penerbangan.

“Terkendala karena memang situasi penutupan bandara sementara, penghentian penerbangan sementara itu untuk mempertimbangkan keselamatan bagi jamaah,” katanya.

Baca Juga :  Dua Rumah di Kawasan Padat Penduduk Desa Lambur Tanjab Timur Hangus Terbakar

Wahyudi juga mengatakan secara nasional terdapat sekitar 50 ribu jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.

Namun, data pasti per provinsi, termasuk Jambi masih dalam proses verifikasi.

“Belum bisa terdeteksi dalam hitungan angka yang pasti. Data nasional sudah ada di kementerian, tetapi data per provinsi masih dimonitor karena menyangkut orang tentu angkanya akan diverifikasi lagi,”katanya

Pihak kementerian juga terus berkoordinasi melalui kantor urusan haji di Jeddah untuk memastikan kondisi jamaah serta proses pemulangan yang masih berlangsung secara bertahap.

Baca Juga :  Api Mendadak Menyala! Warung Bakso di Sungai Bahar Ludes Gara-Gara Selang Gas Bocor

“Setiap hari proses pulang itu masih berjalan. Nanti angka pasti akan kita sampaikan dan kita terus lakukan monitoring untuk memastikan jamaah kita tidak ada kendala ketika proses pemulangan kembali ke tanah air,” katanya

Ia juga menambahkan, edaran resmi dari kementerian telah diterbitkan dan akan segera disampaikan ke kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sebagai langkah antisipatif.

“Edaran sudah ada dan akan kita sampaikan agar proses pemberangkatan jamaah umrah dihimbau untuk dihentikan terlebih dahulu dalam rangka menjaga keselamatan karena kondisi di sana belum kondusif,” tutupnya. (*)

Pos terkait