KEJARKABAR.COM, MUAROJAMBI – Sebuah spanduk putih, kontras dengan tulisan berwarna merah. Spanduk itu berkibar di jalan utama desa.
Tampak sisa-sisa pengeresan aspal jalan sudah bercampur tanah merah. Kini jalan itu berlubang dan digenangi air karena saat ini intensitas hujan di Muarojambi cukup tinggi.
Sebaliknya, saat kemarau tiba, debu-debu tebal akan beterbangan dan hingga di baju, kendaraan, dan pastinya rumah warga sepajang jalan tersebut.
“SELAMAT DATANG DI FESTIVAL WISATA JALAN SERIBU LOBANG.” Itu sebuah kalimat yang sedikit mewakili kegundahan hati warga atas kondisi jalan mereka yang tak kunjung diperbaiki oelh Pemkab Muarojambi.
“JALAN MULUS CUMA MIMPI, KALAU JALAN BERLUBANG SUDAH JADI TRADISI.” Begitu pula suara tertuliskan diselebar karton bekas digantung di sebatang pohon pisang yang tertanjab di jalan penuh lubang tersebut.
Warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menanam pohon pisang di sepanjang sekitar satu kilometer jalan rusak di wilayah mereka.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten yang dinilai lamban memperbaiki jalan tersebut.
Pantauan di lapangan, batang-batang pisang ditanam di titik-titik jalan yang berlubang. Beberapa di antaranya ditempeli tulisan berisi keluhan warga. Jalan tersebut tampak dipenuhi lubang besar yang memanjang di hampir seluruh badan jalan.
Saat hujan turun, lubang-lubang itu tergenang air sehingga menyulitkan pengendara yang melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan.

Muhammad, seorang pengendara motor yang melintasi jalan itu, mengatakan harus lebih berhati-hati saat berkendara.
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Harus pelan-pelan,” katanya.
Kepala Desa Talang Belido, Fadli, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia mengatakan jalan yang ditanami pohon pisang berada di Rt.05 dan merupakan jalan kabupaten.
Menurut dia, warga telah lama menunggu perbaikan jalan, namun hingga kini belum terealisasi. Aksi penanaman pohon pisang itu, kata dia, merupakan inisiatif warga sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
“Betul, itu bentuk protes warga. Jalan itu kewenangan Kabupaten,” tutupnya.
Kadis PUPR Muaro Jambi Janjikan Perbaikan Secara Bertahap
Kondisi jalan rusak di Desa Talang Belido, Kabupaten Muaro Jambi, memicu aksi demonstrasi warga pada Senin (30/3/2026). Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muaro Jambi memastikan perbaikan jalan akan segera dilakukan secara bertahap mulai akhir Maret.
Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi Anjar Prabowo saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya telah melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (26/3/2026) lalu sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang masuk pada 22 Maret 2026.
“Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Talang Belido dan dihadiri oleh kepala desa, kepala UPTD, operator alat berat, serta perwakilan warga,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu katanya, pihak dinas juga mencoba berkoordinasi dengan koordinator lapangan (korlap) aksi, Mulyadi. Namun, yang bersangkutan tidak dapat hadir karena mengikuti kegiatan di Desa Ladang Panjang dan meminta pertemuan dilakukan saat aksi berlangsung.
Lebih lanjut Anjar menjelaskan berdasarkan hasil peninjauan lapangan, PUPR menyampaikan bahwa sejumlah alat berat saat ini masih difokuskan di Desa Ladang Panjang.
Alat berupa motor grader dan vibrator roller masih berada di lokasi tersebut sejak sebelum Lebaran Idul Fitri. Sementara satu unit backhoe loader sempat dipindahkan ke Mestong untuk mendukung posko teknis Lebaran.
Meski demikian lanjutnya, Pemerintah Daerah menegaskan bahwa perbaikan jalan di Talang Belido telah menjadi prioritas sejak awal bulan puasa.
“Pengerjaannya kami rencanakan dimulai setelah penyelesaian beberapa titik pekerjaan di Desa Ladang Panjang, yang dijadwalkan berlangsung hingga 2 April 2026,” sebutnya.
Anjar menambahkan sebagai langkah awal, pada Senin (30/3/2026), satu unit backhoe loader akan dimobilisasi kembali ke Ladang Panjang melalui Talang Belido. Dalam perjalanan tersebut, alat berat akan digunakan untuk melakukan perbaikan sementara pada ruas jalan yang menjadi titik rencana aksi warga.
“Dalam rapat itu saya sampaikan bahwa perbaikan sementara akan dilakukan terlebih dahulu, sementara perbaikan menyeluruh menunggu seluruh alat berat selesai bertugas di Ladang Panjang,” demikian disampaikan dalam hasil kesepakatan pertemuan.
Selain itu, pemerintah desa bersama perangkatnya juga akan melibatkan pemuda setempat untuk mendata kendaraan angkutan hasil perkebunan, khususnya sawit, yang melintasi jalan desa. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar mediasi dengan pihak perusahaan perkebunan terkait kontribusi terhadap kerusakan jalan.
Pemerintah berharap langkah ini dapat meredam aksi warga sekaligus menjadi solusi jangka pendek sebelum perbaikan permanen dilakukan. .
Warga Talang Belido sendiri berharap janji perbaikan ini benar-benar direalisasikan, mengingat kondisi jalan yang rusak telah lama mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. (*)





