Pemkot Jambi Bentuk Satgas Tertibkan Gelandangan dan Pengemis, 120 Anggota di Sebar di 19 Titik Rawan

foto ilustrasi. iStockphoto/Apiwan Borrikonratchata

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, kini memiliki Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Satgas ini ini bertugas menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang marak di persimpangan lampu merah dan pinggir jalan.

Pelepasan Satgas dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi Ridwan di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu.

Satgas itu terdiri dari 120 personel gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos), Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Kasi Trantib Kecaamatan, serta Kelurahan.  Mereka akan disebar di 19 titik rawan wilayah setempat.

Baca Juga :  Terungkap! Simpan Sendok, Peniti, Hingga Pisau Terselip di Blok Hunian Lapas Narkotika

Ridwan meminta seluruh personel bekerja secara terstruktur dan maksimal dalam menjaga ketertiban dan keindahan kota, terutama menjelang Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) II Apeksi yang akan dihadiri para Wali Kota.

“Kita ingin Kota Jambi bisa menjadi contoh dalam penanganan masalah sosial di kota lain,” katanya.
Ia juga meminta lurah dan camat berperan aktif dalam pengawasan di lapangan.

Baca Juga :  Viral! Video 42 Detik Memperlihatkan Aksi Pengeroyokan di Tengah Malam di Seberang Kota Jambi

Sementara Kepala Dinsos Kota Jambi Yunita Indrawati mengatakan titik fokus pengawasan mencakup beberapa lokasi yaitu Simpang JBC di Kecamatan Kota Baru, Simpang BI di Kecamatan Telanaipura, Simpang Kota Baru di

Kecamatan Kota Baru, Simpang Pulai di Kecamatan Jelutung dan Simpang Bukit Baling.

“Tindakan persuasif akan dilakukan terlebih dahulu, namun penindakan tegas akan diberlakukan jika pelanggaran terus terjadi, termasuk pemulangan ke daerah asal,” katanya.

Baca Juga :  Prodi D3 Keswan UNJA Berdayakan Peternak Desa Panerokan dalam Mencegah Kembung Kambing

Dia menegaskan tim satgas itu menjadi langkah konkret pemerintah setempat dalam menanggapi keresahan masyarakat dan pimpinan daerah terhadap peningkatan masalah sosial, seperti keberadaan gelandangan dan pengemis, serta aktivitas meminta-minta, termasuk oleh ibu-ibu yang membawa anak kecil di jalanan.

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi, Kasat Pol PP Feriadi, serta para camat dan lurah. (*)

Pos terkait