JAKARTA, KEJARKABAR.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan secara terbuka bahwa dirinya tidak menyimpan dendam terhadap Anies Baswedan, rival politiknya dalam Pilpres 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin.
Prabowo menanggapi momen debat Pilpres 2024 di mana Anies sempat memberikan nilai “11” untuk kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.
“Saya jujur saja, saya tidak dendam sama Anies. Kalau dia kasih nilai 11, ya sudah lah. Malah, dia membantu saya menang karena emak-emak kasihan,” ujarnya di hadapan kader PKS dan pimpinan partai koalisi pendukung pemerintah.
Organisasi Pedagang Kecil Jakarta Kompak Tolak Raperda Kawasan Tanpa Rokok, Ini Alasannya
IHSG Menguat di Tengah Sikap Wait and See Menjelang Rilis Data Inflasi dan Manufaktur
Menurut Presiden, debat Pilpres memang harus berlangsung sengit agar menarik dan tidak monoton. Namun, setelah kontestasi politik selesai, menurutnya, semua pihak harus bersatu demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kita harus menjalankan demokrasi yang dewasa. Setelah pilpres usai, tidak ada lagi lawan politik. Yang penting kita bersatu dan bekerja bersama,” kata Prabowo yang disambut tepuk tangan meriah.
Prabowo juga menegaskan bahwa dalam membuat kebijakan, dirinya tidak pernah memandang rekam jejak politik suatu daerah.
Ia mencontohkan, meskipun dirinya kalah suara di Sumatera Barat dan Aceh, pemerintah tetap menjalankan program pembangunan, termasuk distribusi pupuk dan dukungan kepada kepala daerah dari PKS.
FILM BARU! “Tukar Takdir”: Ketika Tragedi Udara Menjadi Drama Manusia yang Menggetarkan
Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk
“Demi kemajuan bangsa, kita harus belajar dewasa dalam berpolitik. Saya sudah lima kali ikut pemilihan, kalah empat kali. PKS ikut-ikutan lagi, hehe,” seloroh Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa setelah pemilu usai, urusan persaingan politik harus ditutup rapat. “Yang sudah lewat, biarlah lewat. Sekarang kita harus bersatu membangun bangsa dan negara,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menko Polhukam Djamari Chaniago, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Turut hadir pula Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat.
Munas PKS kali ini berlangsung setelah partai tersebut bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah, meski sebelumnya PKS sempat mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. (*)





