KERINCI, KEJARKABAR.COM – Suasana di kawasan Tugu PKK Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, mendadak gempar pada Minggu (26/10/2025) pagi. Sebuah mobil dinas PLN tiba-tiba terbalik di tengah jalan setelah diduga mengalami rem blong.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu sontak menarik perhatian warga yang tengah berolahraga. Dalam video siaran langsung yang diunggah oleh warga bernama Reini di media sosial Facebook, tampak mobil dinas berwarna putih bertuliskan “PLN” dalam posisi terbalik di bahu jalan. Sejumlah warga dan peserta Car Free Day terlihat panik dan langsung berusaha mengevakuasi para penumpang yang terjebak di dalam kendaraan.
Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang pegawai PLN dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka segera dievakuasi ke Puskesmas Siulak Gedang untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu saksi mata di lokasi menyebutkan, mobil itu melaju dari arah Bukit Tengah dan tiba-tiba kehilangan kendali saat menuruni jalan. “Sepertinya remnya blong, sopir tidak bisa ngerem, langsung terguling,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang tiba tak lama setelah kejadian langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kendaraan dari lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN dan Polres Kerinci masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar karena terjadi di lokasi yang selalu ramai setiap akhir pekan.
Tak lama setelah kejadian, Wakil Bupati Kerinci Murison turun langsung membesuk para korban di Puskesmas Siulak Gedang. Ia menyampaikan rasa prihatin dan memberikan dukungan moril kepada para pegawai PLN yang terluka.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa rekan-rekan PLN. Semoga para korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Murison.
Murison juga mengapresiasi tenaga medis Puskesmas Siulak Gedang yang sigap menolong para korban, serta menekankan pentingnya koordinasi cepat antara petugas lapangan, PLN, dan instansi kesehatan dalam menghadapi situasi darurat semacam ini. (*)





