Catat! Ini Fakta Mengejutkan tentang Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli Penyebab Keracunan MBG di Muarojambi

Ilustrasi bakteri oleh Ethicaldigest.com

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Keracunan makanan sering dianggap sepele—padahal, dua bakteri ini bisa menyerang hanya dalam hitungan jam setelah Anda makan.

Sumbernya? Bisa dari tangan yang kurang higienis, daging setengah matang, hingga susu mentah yang tampak segar.

Dua biang keladi utama tersebut adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Racun Tahan Panas dari Kulit dan Hidung

Staphylococcus aureus adalah bakteri berbentuk bulat yang bergerombol seperti buah anggur. Ia lazim hidup di kulit, hidung, dan tenggorokan manusia tanpa menimbulkan gejala.

Masalah muncul ketika bakteri ini berpindah ke makanan akibat penanganan yang tidak higienis—misalnya saat menyiapkan salad, memotong daging, atau mengolah makanan tanpa mencuci tangan dengan benar.

Baca Juga :  Terus Bertambah! Kini 120 Siswa, Guru, dan Orang Tua Diduga Korban Keracunan MBG Muaro Jambi  

Yang berbahaya, bakteri ini menghasilkan enterotoksin (racun usus) yang tahan panas. Artinya, meskipun makanan sudah dipanaskan kembali, racunnya bisa tetap aktif.

Gejala biasanya muncul sangat cepat, sekitar 30 menit hingga 8 jam setelah makan, berupa:

1. Mual hebat

2. Muntah berulang

3. Diare

4. Kram perut

Dalam banyak kasus, penderita tiba-tiba muntah hebat hanya beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Kontaminasi Feses yang Picu Diare Parah

Berbeda dengan Staph, Escherichia coli (E. coli) umumnya hidup di usus manusia dan hewan. Sebagian besar strain tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis patogen dapat menyebabkan infeksi serius.

Baca Juga :  SPPG Sengeti Hanya Diberi Teguran dari Satgas MBG Muaro Jambi Usai Kasus Siswa Keracunan

Salah satu strain yang paling dikenal adalah Escherichia coli O157:H7, yang dapat menghasilkan racun berbahaya bagi saluran cerna.

Kontaminasi biasanya terjadi melalui:

1. Daging mentah atau setengah matang

2. Susu yang tidak dipasteurisasi

3. Sayuran mentah yang terpapar kotoran hewan

4. Air yang tercemar

Gejala muncul lebih lambat, sekitar 1–10 hari setelah terpapar, dengan keluhan:

1. Diare berat (sering berdarah)

2. Kram perut intens

3. Mual dan muntah

4. Pada kasus tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti gangguan ginjal, terutama pada anak-anak dan lansia.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Keracunan Ditanggung Pemerintah

Jangan Tunggu Sakit, Lakukan Pencegahan Ini!

Agar terhindar dari keracunan makanan:

1. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan

2. Masak daging hingga matang sempurna

3. Hindari konsumsi susu mentah

4. Simpan makanan di suhu dingin yang sesuai

5. Pisahkan bahan mentah dan matang saat penyimpanan

Keracunan makanan bukan hanya soal “salah makan.” Sering kali, penyebabnya adalah kebersihan yang terabaikan. Ingat, makanan bisa terlihat lezat dan bersih—tetapi bakteri tak kasat mata bisa saja sudah lebih dulu mengintai. (*/berbagai sumber)

Pos terkait