KEJARKABAR.COM, JAMBI – Untuk menghindari kemacetan, pemudik diimbau menggunakan jalur alternatif hindari kemacetan Jambi-Palembang khususnya bagi pemudik dari Riau, Sumbar, Sumut dan Aceh, maupun sebaliknya.
Ada beberapa opsi jalur alternatif bagi pemudik yang direkomendasikan Direktorat lalulintas Polda Jambi.
Opsi pertama adalah rute via jalur barat (tersambung tol): Jambi – Sorolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Lahat – Prabumulih – Palembang. Setibanya di Prabumulih, pengendara dapat memanfaatkan Jalan Tol Prabumulih – Palembang untuk mempercepat waktu tempuh menuju pusat kota.
Kedua adalah rute non-tol (jalur tengah): Jambi – Sarolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Sekayu – Betung – Palembang.
Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, di Jambi Senin memberikan imbauan terkait penggunaan jalur alternatif bagi kendaraan yang menempuh rute Jambi menuju Palembang maupun sebaliknya, hal itu guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
“Kami menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan dua opsi rute alternatif guna menghindari titik-titik kemacetan di jalur utama,” katanya.
Polda Jambi mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas provinsi untuk selalu memantau situasi Jalan Lintas Timur Jambi Palembang.
“Gunakan aplikasi peta digital sebagai panduan rute agar tetap berada di jalur yang benar,” kata Kombes Pol Adi Benny.
Polda Jambi juga mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah, dan segera beristirahat di pos-pos pelayanan atau rest area terdekat.
“Keselamatan adalah prioritas utama, Polda Jambi akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan guna memastikan arus lalu lintas tetap kondusif,” katanya.
Polda Sumsel Siapkan Kantong Parkir Truk di Jalur Mudik
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyiapkan kantong parkir bagi kendaraan angkutan barang atau truk di sejumlah titik jalur mudik guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandri Nugroho di Palembang, Minggu, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan arus mudik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 yang mulai digelar di wilayah Sumatera Selatan.
Salah satu lokasi penerapan kantong parkir berada di Pos Lantas Sumarlin KM 225 yang terletak di kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kebijakan itu diberlakukan untuk kendaraan bersumbu tiga ke atas yang diarahkan masuk ke kantong parkir sebelum melanjutkan perjalanan.
“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan ini merupakan langkah strategis agar arus lalu lintas tetap lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” katanya.
Selain penerapan kantong parkir truk, Polda Sumsel juga menyiagakan Tim Urai Macet yang terdiri dari personel gabungan Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Samapta.
Tim tersebut ditempatkan di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin untuk melakukan patroli bergerak serta rekayasa lalu lintas secara cepat apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.
Di sisi lain, pengamanan juga diperkuat di sejumlah titik strategis, termasuk di wilayah Lubuk Linggau melalui optimalisasi empat pos pengamanan dan pelayanan.
Pos tersebut meliputi Pos Pelayanan Stasiun, Pos Terpadu Lippo, Pos Pengamanan Simpang Periuk, dan Pos Pengamanan Petanang yang berfungsi memantau kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama arus mudik berlangsung.
Polda Sumsel berharap berbagai langkah strategis tersebut dapat memastikan arus mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di tujuan, kata Sandi. (*)





