SAROLANGUN, KEJARKABAR.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, mengimbau para bupati dan wali kota di wilayahnya untuk terus berinovasi dalam membangun daerah, terutama di tengah tantangan kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Imbauan ini disampaikan Al Haris saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Sarolangun, Minggu (12/10). Ia menekankan pentingnya memaksimalkan potensi daerah yang tersedia serta membangun kolaborasi lintas sektor demi menjawab kebutuhan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Fokuslah pada visi dan misi pembangunan, manfaatkan sumber daya lokal, dan utamakan kepentingan rakyat,” ujar Al Haris di hadapan para kepala daerah.
Gubernur Jambi juga mengungkapkan bahwa pada 7 Oktober lalu, dirinya bersama beberapa gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) telah menemui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas dampak rencana pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dan meminta Kementerian Keuangan mempertimbangkan skema alternatif agar keuangan daerah tetap stabil.
Al Haris menambahkan, dengan kebutuhan pembangunan yang masih tinggi di Jambi, terutama infrastruktur, kepala daerah perlu mencari solusi kreatif, termasuk menjajaki sumber pendapatan lain serta menjalin kerja sama dengan sektor swasta maupun pihak eksternal lainnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong para anggota DPR RI asal daerah pemilihan Jambi untuk memperjuangkan hak daerah atas Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, khususnya Participating Interest (PI) 10 persen dari perusahaan migas yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Upaya ini penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah, demi kemajuan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Jambi,” kata Al Haris.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak memaknai HUT ke-26 Kabupaten Sarolangun sebagai momentum untuk mengevaluasi pencapaian pembangunan, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat hal-hal positif yang telah dicapai. (*)





