Merangkak Naik! Harga Daging Sapi di Jambi dari Rp 130 Ribu Menjadi Rp 150 Ribu per Kilo

Harga daging sapi di Jambi menjelang lebaran Idul Fitri merangkak naik. -ist-

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Harga kebutuhan pokok menjelang lebaran Idulfitri 1447 H/2026 Masehi, mulai merangkak nanik. Salah satunya adalah daging sapi.

Harga daging sapi di pasar tradisional di Angso Duo naik karena dipicu berkurangnya pasokan daging dari daerah pemasok sehingga pedagang harus mencari stok dari wilayah lain.

Saat ini pasokan daging mulai terbatas sehingga harga jual ikut meningkat. Kondisi tersebut membuat pedagang harus mengambil stok dari luar daerah agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

“Ini daging mahal lagi naik, pasokan berkurang untuk pemotongan. Kita pun mengambil barang dari luar,” kata Khatib, salah seorang pedagang daging di pasar.

Selama ini pasokan daging biasanya didatangkan dari daerah Sumatera Barat. Namun, saat ini pengiriman dari wilayah tersebut tidak lagi tersedia sehingga pedagang mengalihkan pasokan dari Pulau Jawa dan Lampung.

“Biasanya dari daerah Padang, tapi tidak bisa lagi. Jadi sekarang dari Lampung atau daerah Jawa,” katanya.

Kenaikan harga daging juga cukup terasa di tingkat konsumen. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram, sementara sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Gubernur Jambi: Tes Kemampuan Akademik Jadi “Cermin” Kualitas Siswa Daerah

“Harga daging sekarang 15 (Rp150.000, red). Biasanya harga daging 13 (Rp130.000, red),” katanya.

Khatib juga menjelaskan kenaikan harga ini sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut juga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran, sementara pasokan yang tersedia masih terbatas. “Sudah seminggu lah,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah dapat membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga daging di pasaran.

Terlebih menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat.

“Harapannya bisa dari pemerintah dibantulah, apalagi sekarang musim Lebaran, semua kebutuhan pokok naik,” kata Khatib

Ia juga berharap kondisi harga dapat kembali stabil setelah momentum Lebaran berlalu sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas jual beli di pasar dapat berjalan normal.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih pada Selasa, 10 Maret 2026, di Istana Merdeka, untuk membahas kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Rapat tersebut membahas stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan infrastruktur dan layanan publik agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman

Baca Juga :  WOW! Sabtu ini Emas di Pegadaian Kembali Meroket, UBS Sentuh Rp2,956 Juta/gr

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjaga harga barang-barang kebutuhan pokok termasuk sembako agar tetap terjangkau untuk masyarakat, kemudian memastikan stok pangan dan distribusinya berjalan lancar terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, menjelaskan perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajarannya di Kabinet saat rapat terbatas di Istana Merdeka.

Dalam rapat tersebut, lanjut Teddy, Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke berbagai daerah.

“Kesiapan sektor energi, transportasi, dan dukungan BUMN juga menjadi perhatian pemerintah,” ujar Seskab Teddy, yang turut mengikuti rapat.

Sementara, Perum Bulog Kanwil Jambi memastikan ketersediaan stok pangan pokok khususnya beras dan minyak goreng dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jambi Ali Ahmad Najih Amsari, dalam rilisnya di Jambi, Selasa, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.

Baca Juga :  Temui Menkeu Purbaya, Gubernur Al Haris: Asosiasi Pemerintah Provinsi Ungkap Dampak Potongan TKD

Ia menjelaskan persediaan beras yang dikuasai Bulog seluruh Indonesia secara keseluruhan saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton.

Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus dilakukan, stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton.

Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga.

Hal ini didukung oleh kebijakan domestic market obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi bagi Bulog sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.

Dengan kondisi tersebut, Bulog memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman dan terjamin hingga akhir tahun ini.

Selain dua komoditas utama tersebut ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. (*)

Pos terkait