Kepolisian Imbau Warga Waspada Pasca Penculikan Anak Jejaring Jambi Terbongkar

Bilqis bocah asal Makassar kembali ke pangkuan orang tuanya setelah 7 hari diculik dan ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi. -ist/kejarkabar.com-

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Warga Jambi diimbau untuk waspada setelah kepolisian menemukan seorang balita bernama Bilqis, 4 tahun, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makassar.

Tim gabungan Polda Jambi dan Polrestabes Makassar berhasil menyelamatkan anak tersebut di Kabupaten Sarolangun, Jambi, dan menangkap dua pelaku yang diduga terkait kasus penculikan dan perdagangan anak.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto, menegaskan pentingnya kewaspadaan orang tua. “Jangan biarkan anak bermain sendiri di luar rumah. Waspadai orang asing dan segera laporkan jika ada perilaku mencurigakan,” katanya.

Polda Jambi juga membagikan tips keamanan anak, antara lain mengawasi aktivitas anak di tempat umum, tidak meninggalkan anak sendirian di kendaraan, serta berhati-hati terhadap ajakan orang tidak dikenal baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Bilqis ditemukan dalam kondisi sehat dan langsung dipertemukan dengan orang tuanya di Makassar. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak dan melaporkan segera setiap kasus hilangnya anak.

Baca Juga :  Terus Bertambah! Kini 120 Siswa, Guru, dan Orang Tua Diduga Korban Keracunan MBG Muaro Jambi  

Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari tindak kejahatan serta menindak tegas pelaku penculikan dan perdagangan anak demi keamanan generasi penerus bangsa.

Dari informasi diperoleh dugaan kuat korban sudah berada di luar Sulawesi yang diperjualbelikan para pelaku. Tim Gabungan Polrestabes Makassar bergerak cepat usai mendapatkan kabar korban berada di suku anak dalam (SAD) Jambi setelah berkoordinasi Jajaran Polda Jambi termasuk menangkap tiga pelaku, selanjutnya dibawa pulang ke Makassar.

Dalam kasus ini, sejumlah pelaku yang sudah diamankan pihak kepolisian jajaran Polres Kota Makassar, Sulsel dan Polres Merangin, Jambi diduga merupakan bagian dari jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Kejahatan Perlindungan Anak UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Baca Juga :  Terungkap! Jasa Wanita yang Ditemukan di Sungai Batang Tebo Ternyata Siswi 17 Tahun Asal Limbur Lubuk Mengkuang

Anak korban sebelumnya dievakuasi dari kawasan pemukiman SAD Mentwak, di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, selanjutnya di terbangkan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah negosiasi dengan tebusan Rp100 juta kepada pelaku inisial BGN warga SAD (belum ditangkap).

Kepanikan melanda keluarga Bilqis, bocah perempuan berusia 4 tahun, saat ia dilaporkan hilang di Taman Pakui, Kota Makassar, pada Minggu (2/11).

Berkat kerja keras tim gabungan Polrestabes Makassar dan Polda Jambi, Bilqis berhasil ditemukan di wilayah Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dalam kondisi sehat dan aman.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menyampaikan kabar gembira ini. “Anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam dan kini kembali ke Makassar. Kondisinya sehat, ceria, dan tidak mengalami trauma,” ujar Arya. Tim medis juga memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Baca Juga :  Total Duit Nasabah Hilang Belum Terungkap, Penyidik Polda Periksa Dirut Bank Jambi

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengapresiasi kerja polisi. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak di tempat umum untuk mencegah kasus serupa.

Kronologi kasus bermula saat Bilqis bermain bersama orang tuanya, Dwi Nurmas (34), di lapangan tenis Taman Pakui. CCTV setempat merekam aksi seorang perempuan bersama dua anak kecil membawa Bilqis. Dugaan kuat korban diculik akhirnya terkonfirmasi, dan pelaku—pasangan suami istri—sudah diamankan polisi.

Pihak kepolisian menegaskan, kasus ini akan dirilis secara resmi, termasuk rincian modus operandi dan jaringan pelaku, sebagai upaya pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang. (*)

Pos terkait