BATANGHARI, KEJARKABAR.COM – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Batang Hari, tepatnya di jalan lintas Nes Muarabulian–Bajubang, RT 22 Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, pada Jumat sore sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa itu melibatkan dua mobil roda empat, yakni Grand Livina BH 1654 WK dan Grand Max pick-up tanpa nomor polisi, yang beradu banteng di jalur lurus beraspal mulus. Bagian depan kedua kendaraan tampak ringsek parah usai tabrakan keras tersebut.
Menurut keterangan warga sekitar, salah satu kendaraan yang terlibat, minibus Grand Livina, diketahui mengangkut rombongan jamaah umrah yang berasal dari daerah tetangga dan sedang dalam perjalanan menuju Jambi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satlantas Polres Batang Hari, kecelakaan terjadi saat Grand Max pick-up melaju dari arah Jambi menuju Muara Bulian.
Setibanya di lokasi kejadian, sopir pick-up mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan, namun dari arah berlawanan muncul Grand Livina yang tengah melaju di jalurnya.
Benturan keras pun tak terhindarkan. Kedua mobil terpental dan mengalami kerusakan berat di bagian depan, sementara pengemudi dan penumpang di kedua kendaraan mengalami luka-luka.
Warisin (44), sopir Grand Max pick-up tanpa TNKB, warga Dusun Seroja, Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Batang Hari, mengalami sesak dada, luka lecet, dan bengkak di pinggang kiri.
M. Yun (63), sopir Grand Livina BH 1654 WK, warga Desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mengalami dislokasi bahu kiri, sementara penumpang di mobilnya hanya mengalami luka ringan.
Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan di jalur lintas Jambi–Muara Bulian yang dikenal sebagai jalur rawan adu banteng, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang akhir pekan.
Petugas Satlantas Polres Batang Hari langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Batang Hari mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Muarabulian–Bajubang, terutama di wilayah Desa Batin (Ness 6) yang kerap ramai dan memiliki jalur lurus panjang yang rawan kecelakaan.
“Jangan memaksakan diri menyalip di jalur padat kendaraan. Selalu utamakan keselamatan,” tegas pihak Satlantas. (*)





