MUARATEBO, KEJARKABAR.COM – Pedagang Pasar Tanjung Bungur, Kabupaten Tebo, Jambi mulai khawatir dengan stok kebutuhan pokok dagangan mereka.
Pedagang menyebutkan pasokan cabai, bawang dan sejumlah kebutuhan lainnya yang biasa masuk dari Sumbar, Medan, dan Aceh, semakin menipis.
Hal tersebut merupakan dampak banjir bandang yang melanda di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu pasokan sejumlah komoditas penting ke berbagai pasar tradisional.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan saat ini adalah cabai merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Kenaikan ini cukup mengejutkan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan cabai untuk kebutuhan sehari-hari.
Hairul salah satu pedagang di Pasar Tanjung Bungur, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini terjadi karena terhambatnya distribusi cabai dari daerah penghasil di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
“Kemungkinan kenaikan disebabkan, jalur transportasi yang rusak akibat banjir bandang membuat pasokan berkurang drastis,” ujarnya
Ia memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan jika kondisi pasokan belum membaik.
Menurut Makmur, stok cabai saat ini semakin menipis sehingga pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperlancar distribusi barang, agar harga komoditas kembali stabil dan masyarakat tidak semakin terbebani.
Diakuinya cabai yang dijual di Pasar Tanjung Bungur merupakan cabai lokal dan cabai dari Sumbar.
“Iya ada juga cabai lokal ada juga cabai dari Sumbar,” pungkasnya. (*)





