SAROLANGUN, KEJARKABAR.COM – Lima orang warga Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Air Panas secara kooperatif mendatangi Mapolres Sarolangun pada Minggu 30 Agustus 2026 sore untuk menyerahkan diri.
Langkah ini diambil guna menjalani pemeriksaan atas dugaan keterlibatan mereka dalam insiden pengeroyokan terhadap prajurit TNI-AD dari Yonif 896/Serumpun Pseko di area operasional PT Sari Aditya Loka (SAL).
Rombongan warga SAD yang berjumlah sekitar 15 orang tiba di Markas Kepolisian Resor Sarolangun pukul 17.20 WIB dengan mengendarai tiga unit mobil.
Proses penyerahan diri ini turut dikawal dan didampingi langsung oleh unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat H. Jailani, Temenggung Nangkus, serta Jenang Jalaludin.
Setibanya di lokasi, kelima individu berinisial R, D, W, Rn, dan J tersebut disambut oleh jajaran pejabat utama Polres Sarolangun, termasuk Kasat Intelkam AKP Wiji Nur Eko Wahyu serta Kanit Pidum Ipda Rony Juliadi Sagala.
Berdasarkan pendataan awal kepolisian, kelima warga tersebut tercatat belum memiliki dokumen kependudukan resmi berupa KTP.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah memberikan apresiasi atas inisiatif warga yang memilih menyelesaikan persoalan hukum ini secara kooperatif.
Ia memastikan bahwa seluruh proses penyidikan akan dijalankan secara objektif, profesional, serta berlandaskan pada alat bukti dan fakta yang valid di lapangan.
Selain itu, Kapolres mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat maupun pihak keluarga agar tetap tenang, menjaga kondusivitas wilayah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Di sisi lain, penyidik Satreskrim Polres Sarolangun saat ini masih mendalami kasus dengan memeriksa sejumlah saksi dari kesatuan TNI-AD.
Berdasarkan laporan pendamping di lapangan, dua warga SAD lainnya yang berinisial B and N dikabarkan juga akan segera menyusul untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Aparat gabungan terus memantau situasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga di wilayah Sarolangun. *





