Ada Oknum Bermain, BBM Subsidi “Bocor” ke Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Jambi

Gubernur Jambi Al Haris. -kejarkabar.com/instagram.alharisjambi-

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Alokasi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ditangarai “bocor’ alias tidak tepat sasaran karena dialihkan untuk kegiatan industri, khususnya aktivitas tambang emas tanpa izin (Peti) oleh oknum tertentu di Jambi.

Gubernur menyayangkan masih ada “oknum nakal” yang membeli BBM subsidi di SPBU untuk keperluan tambang ilegal.

Padahal, potensi kecurangan ini yang selalu di wanti-wanti, janganlah gunakan BBM subsidi ke industri.

“Kemarin kita mendapatkan laporan, bahwa BBM subsidi dikirim ke tambang liar, ada juga oknum pelakunya tertangkap oleh kepolisian,” tegas Gubernur Al Haris di Jambi, menyikapi terkait adanya laporan mengenai oknum-oknum yang nekat menggunakan bahan bakar jatah rakyat demi keuntungan pribadi ke sektor pertambangan.

Pihaknya meminta seluruh pengelola dan petugas SPBU harus bersikap konsisten dan disiplin dalam menyalurkan alokasi BBM.

Mengingat minyak subsidi merupakan hak masyarakat luas, bukan untuk perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kemampuan finansial membeli BBM nonsubsidi.

Gubernur berharap dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak SPBU dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum, distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi dapat lebih tepat sasaran, dan bisa meminimalisir praktik tambang ilegal yang merugikan daerah.

Baca Juga :  Didemo Ratusan Sopir, Pemkot Jambi Akhirnya Melunak dan Revisi Aturan Pengisian Solar

Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi langkah kepolisian yang telah menangkap sejumlah oknum pelaku penyalahgunaan minyak subsidi.

“Kita minta petugas SPBU jangan sampai ada pula yang bermain, harus konsisten demi mengutamakan masyarakat. Itu hak mereka, jangan berikan kepada perusahaan karena uang mereka banyak,” tutupnya.

Provinsi Jambi menerima alokasi jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak Biosolar sebesar 336.013 Kiloliter (Kl) dan sebanyak 426.539 Kl alokasi jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) untuk Pertalite.

Hingga akhir Februari 2026, JBT yang sudah terserap sebanyak 55.461 Kl atau 16 persen. Sedangkan serapan JBKP hingga akhir bulan yang sama, realisasi sebanyak 69.306 Kl, posisi 16 persen.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris pastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) mencukupi untuk kebutuhan arus balik Idul Fitri 2026.

Berdasarkan koordinasi terbaru dengan pihak Pertamina, bahwa pasokan BBM saat ini masih dalam kondisi stabil dan mencukupi.

“Saya tanya kemarin dengan Pertamina, kondisinya masih bagus dan mencukupi,” kata Al Haris di Jambi, Selasa.
Berdasarkan penyampaian kuota jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) tahun 2026 yang di keluarkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Baca Juga :  Korban Tambang Emas Ilegal Sarolangun Bertambah Jadi 8 Orang, 4 Orang Luka-luka

Provinsi Jambi menerima alokasi JBT minyak Biosolar sebesar 336.013 Kiloliter (Kl) dan 426.539 Kl alokasi JBKP jenis Pertalite.

Empat jenis bahan bakar yang mengalami penambahan meliputi Pertalite naik 12 persen, Pertamax naik 19 persen, Pertamax Turbo naik 25 persen dan Pertamina Dex naik 5 persen.

Gubernur menjelaskan, meski stok saat ini tergolong aman, pihaknya tetap mengingatkan pihak Pertamina untuk terus memberikan laporan berkala terkait ketersediaan cadangan bahan bakar di tengah lonjakan konsumsi saat masa mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi menghadapi kepadatan kendaraan di jalur lintas, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pertamina telah menyiapkan skenario tambahan melalui pengoperasian armada keliling (BBM Mobile).

Lebih lanjut ia menyampaikan penggunaan armada keliling bersifat situasional. Jika kondisi di SPBU tetap terkendali dan tidak terjadi kelangkaan, maka pelayanan tetap akan difokuskan pada titik-titik SPBU yang sudah ada.

Al Haris berharap dengan persiapan yang matang, masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan bahan bakar di wilayah Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Tersebar! Disnakertrans Jambi Resmi Buka Posko Pengaduan Masalah THR Karyawan

Ia mengimbau para pengendara untuk tetap tertib dan melakukan pengisian BBM di titik-titik yang telah tersedia guna menghindari penumpukan.

“Pemerintah juga sedang menyiapkan armada BBM mobile yang keliling. Tapi kita lihat situasinya, kalau di Jambi dirasa belum butuh, mungkin cukup di SPBU saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketika rapat koordinasi rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri bersama pemerintah dan instansi terkait, pihak Pertamina menegaskan ketersediaan bahan bakar di Jambi masih dalam batas aman.

Untuk jenis Biosolar tercatat mampu bertahan hingga sebelas hari, Pertalite cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan hari ke depan, sedangkan Pertamax mampu menjawab kebutuhan sampai enam hari. Sejauh ini, pasokan dan distribusi BBM tetap berjalan secara rutin guna menjaga ketersediaan di lapangan.

Pertamina Jambi meyakinkan selama masa Idul Fitri dan arus balik, pihaknya melakukan tambahan armada distribusi guna memastikan kelancaran pasokan energi.

Pihaknya telah menyiapkan sebanyak 21 unit mobil tangki khusus untuk wilayah Jambi, termasuk menyiagakan 28 unit SPBU tersebar di jalur penting yang dilalui para pemudik. (*)

 

Pos terkait