Sungai Batanghari “Bersuara”! Film Mantagi Bongkar Misteri Spiritual dan Luka Lingkungan Jambi

FILM MANTAGI: Sutradara Taufik Hidayat Rusti mengangkat budaya Melayu Jambi dalam film Mantagi “Air dan Manusia” dengan menjadikan aliran Sungai Batanghari sebagai pengikat utama alur cerita di Jambi. -ist/kejarkabar.com-

KEJARKABAR.COM, KOTA JAMBI – Budaya Melayu Jambi kembali mendapat sorotan lewat film Mantagi “Air dan Manusia”, karya sutradara Taufik Hidayat Rusti.

Film ini menjadikan Sungai Batanghari sebagai benang merah cerita, mengalir dari hulu hingga pesisir untuk merajut identitas dan realitas masyarakat setempat.

Diputar dan diperkenalkan di Taman Budaya Jambi, film ini mengambil latar di sejumlah wilayah yang dilewati Batanghari, mulai dari Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, hingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Keempat daerah tersebut menggambarkan bentang alam Jambi secara utuh—dari kawasan hulu yang kental tradisi hingga wilayah pesisir yang bersentuhan langsung dengan laut.

Baca Juga :  Waspada! Ini Beberapa Tips untuk Orangtua Melindungi Si Kecil dari Aksi Penculikan Anak

Taufik menjelaskan, air dipilih sebagai simbol utama karena sungai bukan sekadar jalur geografis, melainkan ruang hidup yang menyatukan bahasa, adat, serta kebiasaan masyarakat Melayu Jambi.

Melalui pendekatan misteri bernuansa spiritual, film ini mengangkat relasi manusia dengan alam—baik sebagai sumber kehidupan maupun cermin kesadaran ekologis.

Alih-alih menggurui, Mantagi mengajak penonton merenung. Isu lingkungan yang disisipkan dalam alur cerita disampaikan secara reflektif, memberi ruang tafsir bagi setiap orang tanpa menghakimi.

Baca Juga :  Apple Luncurkan MacBook Neo dengan Warna-warni Ceria, 50 Persen Lebih Cepat Dibandingkan PC

Menariknya, proses produksi turut melibatkan warga lokal sebagai bagian dari cerita.

Beragam properti khas daerah digunakan langsung dalam pengambilan gambar, memperkuat nuansa autentik dan kedekatan emosional dengan budaya setempat.

Aktor asal Merangin, Ide Bagus Putra, menghadirkan tantangan tersendiri dengan memerankan dua sisi dalam satu karakter: Jamal dan figur “hantu air”.

Peran ganda ini menjadi metafora halus tentang dampak eksploitasi lingkungan yang kerap tak disadari.

Selain itu, film ini juga dibintangi aktor-aktor lokal seperti Muhammad Husni Thamrin, Azhar MJ dari Kerinci, Didi Hariadi dari Tanjung Jabung Timur, serta para pemain asal Muaro Jambi seperti Ahmad Bayu Suwarnadwipa, Ainun Ja’ariyah, Iyaas Halim, Muhamad Sultan Al Fikri, Muhammad Al Wafi, dan Haris Mualimin.

Baca Juga :  LAM Kota Jambi Gelar Lomba Kampung Adat Melayu 2025, Targetkan Pembentukan Bamus Adat di 1.680 RT

Dengan balutan visual spiritual dan kekuatan budaya lokal, Mantagi “Air dan Manusia” bukan sekadar tontonan misteri, melainkan ajakan untuk kembali mendengar “suara” sungai—sebelum ia benar-benar kehilangan maknanya. (*)

Pos terkait