Harga Cabai Rawit Jelang Ramadan Makin Pedas! Pemprov Jambi Siapkan Langkah Darurat

HARGA RAWIT MAKIN PEDAS: Pedagang menimbang cabai rawit. -antara-

JAMBI, KEJARKABAR.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi harga bahan pokok, khususnya cabai rawit yang hingga kini masih bertahan di level tinggi.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang JDAC Kantor Gubernur Jambi.

Rapat ini juga sekaligus membahas evaluasi dukungan daerah terhadap program nasional 3 Juta Rumah.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa rapat pengendalian inflasi rutin digelar sebagai bentuk antisipasi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Ikut Naik! Cabai Rawit Tembus Rp42.700 per Kg, Begini Rinciannya

Menurutnya, secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di Provinsi Jambi masih relatif aman.

Namun, terdapat sejumlah komoditas yang perlu perhatian khusus.

“Mayoritas komoditas masih terkendali, tetapi cabai rawit harganya masih cukup tinggi di pasaran. Sementara cabai merah mulai stabil,” ujar Syamsurizal.

Pemprov Jambi sebelumnya telah melakukan berbagai upaya intervensi, termasuk operasi pasar yang digelar pada Desember lalu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ke depan, langkah serupa dipastikan kembali dilakukan, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

Baca Juga :  Wali Kota Maulana Dukung Penerapan Hukuman Kerja Sosial bagi Pelaku Pidana

“Minggu depan kita akan kembali rapat untuk mematangkan strategi menghadapi bulan puasa. Kita susun skema intervensi yang paling efektif,” jelasnya.

Syamsurizal menambahkan, wilayah yang saat ini menjadi sorotan terkait lonjakan harga cabai rawit adalah Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Bungo.

Rencana intervensi lanjutan, termasuk kemungkinan operasi pasar, akan dibahas setelah dilakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah dan Gubernur Jambi.

“Saya akan laporkan terlebih dahulu ke Pak Sekda, lalu ke Pak Gubernur. Selanjutnya dinas terkait akan dipanggil untuk menentukan langkah konkret,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Lakukan Sidak ke RSUD Raden Mattaher

Selain isu inflasi, rapat tersebut juga menyinggung evaluasi Program 3 Juta Rumah.

Syamsurizal mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi telah mengajukan proposal dukungan, namun masih memerlukan pembahasan lanjutan.

“Proposal dari PU sudah masuk, tinggal kita sinkronkan lagi data-datanya sebelum ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan BPS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Biro Ekonomi, Bappeda, serta sejumlah instansi terkait lainnya. (*)

Pos terkait