Waduh! 10 Orang Jadi Korban Ledakan Pipa Gas di Jalintim Riau–Jambi

pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) meledak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir. -ist/kejarkabar.com-

RIAU, KEJARKABAR.COM – Suasana di jalur lintas timur Sumatra mendadak mencekam setelah pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) meledak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka, sementara sejumlah kendaraan dan bangunan usaha warga di sekitar lokasi ikut dilalap api.

Ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah yang menyemburkan api hingga belasan meter ke udara.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis.

Dari total korban, enam orang mengalami luka bakar, sedangkan empat lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berusaha menjauh dari lokasi kejadian.

Tak hanya menimbulkan korban luka, ledakan tersebut juga menyebabkan lima unit truk dan lima sepeda motor yang terparkir di kios pinggir jalan hangus terbakar.

Selain itu, tiga bangunan usaha warga berupa bengkel ban, tempat cuci motor, dan lokasi penampungan buah sawit turut rusak akibat kobaran api.

Baca Juga :  Polda Usut Kasus Serangan Siber Pembobolan Rekening Nasabah Bank Jambi

Beruntung, api tidak menjalar ke kawasan permukiman warga yang berada sekitar 500 meter dari titik kebocoran pipa gas.

Demi keselamatan, aparat sempat menutup total arus lalu lintas Riau–Jambi hingga kondisi dinyatakan aman.

“Situasi saat ini sudah terkendali dan jalur lintas timur Sumatra telah kembali dibuka untuk umum,” ujar Farouk.

Ledakan pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB setelah terdengar suara dentuman keras, disusul semburan api besar dari dalam tanah yang mengejutkan pengguna jalan dan warga sekitar.

Polda Riau Pastikan Jalintim Normal Pasca Ledakan Pipa PT TGI

Kepolisian Daerah Riau memastikan lalu lintas Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) setelah ledakan dan kebakaran akibat bocornya pipa gas PT Trans Gas Indonesia (TGI).

Baca Juga :  Beraksi di Batam Tersangka Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Ditangkap di Depan Markas Polisi Muaro Jambi

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan lokasi ledakan berada sangat dekat dengan bahu jalan Jalintim, pihak berwenang sempat mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara seluruh arus kendaraan.

“Kendaraan, baik yang datang dari arah Riau menuju Jambi maupun dari arah sebaliknya, kini telah diperkenankan kembali melanjutkan perjalanan mereka,” kata Taufiq dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Minggu.

Saat ini, lanjutnya, situasi di lapangan sudah berangsur pulih dan dalam kondisi yang stabil.

Ia menegaskan arus lalu lintas telah kembali normal sejak beberapa jam yang lalu tanpa ada hambatan berarti bagi para pengendara.

Meski situasi mulai normal, katanya, personel kepolisian tetap disiagakan di sekitar titik kejadian.

Penjagaan ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan stabilitas di area setelah insiden.

Baca Juga :  Posisi Hilal di Jambi Minus 1 Derajat, Kemenag: Awal Ramadan 19 Februari 2026

Keberadaan personel di lapangan juga bertujuan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif.

Hal ini disebabkan adanya kecenderungan para pengendara yang melambatkan laju kendaraan mereka karena penasaran ingin melihat lokasi bekas kebakaran.

“Polisi terus memberikan imbauan agar mereka tetap fokus berkendara,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi kejadian, warga setempat pertama kali mendengar suara ledakan keras pada Jumat (2/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam tersebut disusul dengan semburan api setinggi 15 meter yang menghanguskan area di sekitarnya.

Saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif.

Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan masih terus dikembangkan, dan perkembangan situasi akan disampaikan secara berkala kepada publik. (*)

 

Pos terkait