JAMBI, KEJARKABAR.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung operasi jantung terbuka perdana di RSUD Raden Mattaher Jambi, menandai babak baru pelayanan kesehatan tingkat lanjut di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
“Dengan adanya layanan bedah jantung ini, masyarakat Jambi kini tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Semua bisa dilakukan di rumah sakit kebanggaan provinsi sendiri,” ujar Menkes Budi Gunadi usai meninjau proses operasi.
RSUD Raden Mattaher kini resmi menjadi rumah sakit pemerintah ke-29 di Indonesia yang mampu melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery).
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menargetkan seluruh provinsi memiliki fasilitas operasi jantung pada 2026.
“Target kami, 34 provinsi bisa melakukan operasi katup jantung. Selanjutnya, kami akan melatih dokter untuk tindakan jantung bawaan pada bayi,” terang Budi.
Gubernur Jambi Al Haris, yang turut menyaksikan proses operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG), menyampaikan apresiasinya terhadap capaian besar ini.
“Operasi perdana ini berjalan lancar. Ini kebanggaan bagi masyarakat Jambi. Selama ini untuk operasi seperti ini harus ke Jakarta atau Palembang, sekarang cukup di sini,” ujar Al Haris, Jumat (31/10).
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher, Anton Trihartanto, menjelaskan bahwa operasi CABG merupakan prosedur untuk membuat jalur baru bagi aliran darah yang terhambat di pembuluh arteri koroner.
Dalam tindakan tersebut, dokter mengambil pembuluh darah sehat dari bagian tubuh pasien seperti vena safena dari kaki, arteri mamaria dari dada, atau arteri radial dari lengan, lalu menghubungkannya ke jantung untuk memulihkan aliran darah.
“Operasi ini adalah level tertinggi dalam tindakan jantung. Sebelumnya kami sudah rutin melakukan pemasangan ring, tapi ini pertama kalinya operasi terbuka dilakukan di Jambi,” jelas Anton.
RSUD Raden Mattaher kini menjadi rumah sakit pemerintah kedua di Pulau Sumatera setelah RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yang mampu melaksanakan operasi jantung terbuka.
Operasi perdana dilakukan pada 30–31 Oktober 2025, melibatkan tim gabungan dokter spesialis dari RSUD Raden Mattaher Jambi, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dan RSJPD Harapan Kita Jakarta, dengan dua pasien perempuan sebagai penerima tindakan.
Anton menambahkan, rumah sakit kini tengah menyiapkan langkah selanjutnya untuk membuka layanan transplantasi ginjal.
“Doa kami semoga Pak Menteri selalu sehat. Insyaallah, Desember nanti RSUD Raden Mattaher juga siap melaksanakan operasi transplantasi ginjal pertama di Jambi,” ucapnya optimis.(*)





