Diterjang Badai Dahsyat! Kapal Bermuatan 178 Ton Kelapa Tenggelam di Laut Tanjab Timur, Begini Kronologinya

MUARASABAK, KEJARKABAR..COM – Malam mencekam melanda perairan Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) saat sebuah kapal motor pengangkut kelapa bulat tenggelam usai dihantam badai hebat dan gelombang tinggi.

Insiden yang terjadi pada Rabu malam (22/10/2025) sekitar pukul 23.34 WIB itu nyaris merenggut nyawa empat awak kapal.

Menurut laporan dari Satpolairud Polres Tanjab Timur, kapal tradisional bernama KM Mitra Bahari yang dikemudikan oleh Hairol bersama tiga anak buah kapal berlayar dari Desa Pemusiran, Kecamatan Nipah Panjang menuju Sungai Guntung, Provinsi Riau.

Baca Juga :  BPTD Jambi Tahan Truk Bawa Bahan Pupuk karena Langgar Aturan Operasional Arus Mudik, Polda Jambi Terjunkan Pasukan Elite Lebaran

Kapal tersebut mengangkut sekitar 178 ton kelapa bulat hasil panen warga.

Namun nasib nahas menimpa mereka saat melintasi perairan antara Desa Lambung Luar dan Desa Sungai Ular, dengan titik koordinat 0.91137 S – 103.89592 E.

Saat itu, angin kencang disertai hujan deras mengguncang kapal hingga membuat haluan tersapu gelombang besar.

“Terpaan badai yang cukup kuat menyebabkan kapal oleng dan akhirnya tenggelam. Seluruh muatan tidak dapat diselamatkan,” ungkap Kapolres Tanjab Timur, AKBP Maulia Kuswicaksono.

Baca Juga :  Bukan Musibah! 140 Kebakaran Hebohkan Kota Jambi, Ternyata 5 Kelalaian Sepele, Ini Biang Keroknya

Beruntung, keempat awak kapal berhasil selamat setelah dilakukan evakuasi oleh tim gabungan dan nelayan sekitar.

Meski begitu, seluruh muatan kelapa dan sebagian badan kapal mengalami kerusakan parah.

“Kapal sudah berhasil ditarik ke pesisir untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil masih dalam pendataan,” tambah Kapolres.

Baca Juga :  Minyakita Dijual Lebih Mahal di Merangin, Pemprov Jambi Minta Polisi Usut Rantai Distribusi

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para nelayan dan pengusaha pelayaran di wilayah pesisir agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda perairan Tanjab Timur. (*)

Pos terkait