Pemprov Jambi Siagakan 22 Alat Berat di Sejumlah Titik Rawan Bencana

Pemerintah Provinsi Jambi siagakan alat berat dan dirikan posko mudik di titik strategis, pernyataan itu disampaikan Gubernur Jambi, Al Haris. -ist-

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Pemerintah Provinsi Jambi, menyiagakan sebanyak 22 unit alat berat dan enam posko mudik di sejumlah titik rawan bencana.

Dinas PUTR telah menyiagakan sebanyak 22 unit alat berat mulai dari backhoe loader, motor grader, vibro roller hingga dump truck.

Seluruhnya dipersiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di jalur mudik.

Seperti di ruas vital di Tanjung Jabung Timur, Tebo, Batang Hari, Sarolangun, Merangin hingga Bungo menjadi perhatian utama, guna memastikan jalur mudik tetap dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Tak hanya fokus pada kesiapsiagaan darurat, pemerintah turut melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah prioritas.

“Saya minta Dinas PU menempatkan alat berat di titik-titik rawan bencana, jika terjadi longsor bisa segera ditangani,” kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Selasa.

Langkah preventif lainnya juga dilakukan melalui kegiatan “tebas bayang”, yakni pembersihan vegetasi di sisi jalan.

Upaya ini penting untuk menghindari penyempitan badan jalan sekaligus meningkatkan jarak pandang pengendara demi keselamatan bersama.

Baca Juga :  Gunung Kerinci Bergejolak, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 3 Km; Pendakian Resmi Ditutup Total Mulai 6 Januari

Dengan total panjang jalan provinsi mencapai 1.183,78 kilometer, Dinas PUTR saat ini tengah mengerjakan 50 ruas jalan secara serentak di seluruh wilayah Jambi.

Proyek ini ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, posko mudik juga telah didirikan di sejumlah titik strategis, mulai dari Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Batang Hari (Tampino Bajubang).

Selanjutnya, wilayah Tanjung Jabung Timur di Desa Lambur Satu dan Lambur dua, Sarolangun, Merangin, Sungai Penuh, Kerinci (Biuku Tanjung dan Air Hitam), Tebo (Jalan Padang Lamo), dan Bungo (Desa Lubuk Mengkuang).

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, Dinas PUTR Provinsi Jambi optimistis kondisi infrastruktur jalan akan lebih siap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik Idul Fitri 2026.

BPTD Jambi Pastikan Jalur Lintas Tengah Sumatera Lancar

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi memastikan kondisi arus lalu lintas di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera saat ini dalam kondisi aman dan lancar.

Baca Juga :  Gas Melon “Menghilang” di Tebo, Harga Tembus Rp35 Ribu! Pedagang Kecil Menjerit

“Kami memastikan Jalur Lintas Tengah Sumatera aman, masyarakat sudah mulai memanfaatkan Jalur Lintas Tengah untuk menghindari kemacetan di Bayung Lencir. Kami pastikan jalur ini aman untuk dilalui,” kata Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf di Jambi.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang sedang melakukan mudik dari arah Sumatera Selatan menuju Jambi maupun sebaliknya disarankan melalui Lintas Tengah menghindari kemacetan di wilayah Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Benny menjelaskan dalam kurun waktu dua hari terakhir pasca-terjadinya kemacetan parah, sebagian besar bus dari arah Sumatera Barat, Riau, dan Bengkulu, yang menuju Pulau Jawa dan sebaliknya, telah beralih menggunakan Jalur Lintas Tengah.

Langkah ini diambil sebagai respon dalam mengantisipasi penumpukan kendaraan di titik-titik kemacetan, khususnya di wilayah Bayung Lencir dan Tungkal Jaya, Musi Banyuasin.

Ia menambahkan lonjakan arus mudik Lebaran 2026 terlihat dengan peningkatan volume kendaraan dibandingkan hari-hari biasa. Berdasarkan hasil pantauan di Terminal Pulau Tujuh Bangko pada pukul 21.00 WIB pada Senin (16/3) terpantau belasan bus masuk ke terminal dalam rentang waktu satu jam.

Baca Juga :  LAM Kota Jambi Gelar Lomba Kampung Adat Melayu 2025, Targetkan Pembentukan Bamus Adat di 1.680 RT

Hal itu menandakan Jalur Lintas Tengah Sumatera menjadi alternatif baru di tengah kemacetan yang masih berlangsung di Jalur Lintas Timur Sumatera.

Benny menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Ditlantas Polda Jambi dan Sumatera Selatan untuk memastikan kenyamanan pengendara.

Selain itu tim di lapangan juga terus memberikan laporan terbaru secara berkala kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi terkait situasi di titik-titik krusial seperti jalan tol dan jalur arteri.

Hingga berita ini diturunkan, tim BPTD Jambi bersama instansi terkait masih terus bersiaga di lokasi-lokasi strategis, termasuk menuju wilayah Tol Sebapo (Jambi), guna memantau perkembangan arus lalu lintas secara langsung.

Untuk sementara waktu pintu masuk di Tol Pijoan dan Sebapo (Jambi) mengarah ke Banyu Lencir (Sumsel) sementara waktu di tutup untuk mengurai kemacetan di wilayah Musi Banyuasin. (*)

Pos terkait