Pemudik Wajib Tahu! Ini Sejumlah Titik Daerah yang Paling Rawan Lonsor dan Banjir

Infografis kondisi jalan menjelang mudik lebaran yang dihasilkan AI.

KEJARKABAR.COM, JAMBI – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, kondisi jalan nasional di Provinsi Jambi dipastikan dalam keadaan cukup baik.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi mencatat tingkat kemantapan jalan telah mencapai 91,3 persen dari total panjang jalan yang menjadi tanggung jawab mereka.

Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, mengatakan secara umum infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Jambi berada dalam kondisi layak untuk dilalui masyarakat, termasuk para pemudik.

Dari total 1.318 kilometer jalan nasional di Jambi, sekitar 1.205 kilometer di antaranya berada dalam kondisi mantap.

Rinciannya, 550,6 kilometer tergolong kondisi baik, sementara 654,3 kilometer dalam kondisi sedang.

Baca Juga :  Teror Harimau di Bukit 30! Sapi Warga Jadi Mangsa, Desa Lubuk Mandarsah Ulu Siaga

Meski demikian, masih terdapat beberapa ruas yang membutuhkan perhatian.

Data BPJN menunjukkan sekitar 99,9 kilometer jalan mengalami kerusakan ringan dan 14 kilometer masuk kategori rusak berat.

Ruas jalan nasional yang berada di bawah kewenangan BPJN Jambi terbagi dalam beberapa jalur utama.

Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 430/KPTS/M/2022, jaringan tersebut meliputi Lintas Timur sepanjang 377,2 kilometer, Lintas Tengah 229,6 kilometer, Lintas Penghubung 523,2 kilometer, serta jalur non-lintas sepanjang 71 kilometer.

Untuk meningkatkan kualitas jalan menjelang musim mudik, BPJN juga melakukan percepatan penanganan lubang di berbagai ruas.

Baca Juga :  Ditangkap Dikediaman Teman Wanita, Ini Jejak Pelarian Pelaku Pembunuhan Sadis Nindia IRT di Jambi

Dari total 5.260 lubang yang terdata, hingga awal Maret 2026 sebanyak 3.842 lubang telah berhasil diperbaiki atau sekitar 73 persen dari target.

“Saat ini masih tersisa sekitar 1.434 lubang dan kami menargetkan seluruhnya dapat ditangani paling lambat 10 Maret 2026,” ujar Dedy.

Selain jalan, BPJN juga memantau kondisi jembatan di wilayah Jambi.

Dari 284 jembatan yang menjadi tanggung jawab mereka, tingkat kemantapannya tercatat mencapai 80,6 persen.

Namun demikian, BPJN mengingatkan adanya potensi gangguan alam di sejumlah titik jalur transportasi.

Hasil pemetaan menunjukkan terdapat 91 titik rawan bencana, yang terdiri dari 12 lokasi rawan banjir dan rob, serta 79 titik rawan tanah longsor.

Baca Juga :  MK Tolak Mentah-mentah Usulan Rakyat Bisa Pecat Anggota DPR, Ini Alasannya!

Wilayah yang dinilai paling berpotensi mengalami longsor berada di jalur penghubung, khususnya di daerah Merangin, Kerinci, Sarolangun, dan Kota Sungai Penuh.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama arus mudik, BPJN Jambi juga akan menyiapkan posko mudik di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 hingga 29 Maret 2026.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat di jalur mudik juga dapat menghubungi layanan pengaduan melalui nomor 0822-8885-8884. (*)

Pos terkait