AFC Tegur Keras Malaysia! Pemerintah Tak Boleh Sentuh FAM, Usai Skandal Pemain Warisan

Logo Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). --ist/kejarkabar.com--

JAKARTA, KEJARKABAR.COM – Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John, mengingatkan pemerintah Malaysia untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), terutama di tengah sorotan terkait skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain warisan.

Dalam wawancaranya yang dikutip New Straits Times, Windsor menegaskan bahwa apa pun kondisi FAM, kementerian maupun menteri tidak boleh memerintahkan pejabat FAM untuk mundur dari jabatannya.

“Mereka tidak bisa melakukan itu, karena para pejabat dipilih oleh anggota afiliasi,” ujarnya, Kamis.

Baca Juga :  Belanda Tinggal Selangkah Lagi ke Piala Dunia Usai Tahan Imbang Polandia 1-1

Peringatan tersebut selaras dengan pandangan pengamat olahraga Datuk Christopher Raj yang sebelumnya menekankan pentingnya Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS) agar berhati-hati dan tidak melewati batas yang dapat dianggap sebagai intervensi politik.

Windsor menambahkan bahwa meski FAM tengah dihantam krisis setelah keputusan FIFA, pemerintah tetap tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan instruksi atau tekanan terhadap pejabat asosiasi. Semua struktur kepemimpinan diputuskan melalui kongres anggota, bukan melalui pemerintah.

Baca Juga :  Ini Hasil Undian Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Masuk Grup Neraka

Ia mengingatkan bahwa pemerintah memang pemangku kepentingan penting dalam pembangunan sepak bola, tetapi tidak memiliki mandat untuk mengatur atau menentukan administrasi organisasi. Bahkan pernyataan resmi pun harus disampaikan dengan cermat karena bisa dengan mudah ditafsirkan sebagai bentuk intervensi.

“Mereka tidak boleh campur tangan, tidak boleh memberi arahan, tidak boleh mempengaruhi,” tegas Windsor, menekankan kewajiban menjaga integritas organisasi sesuai regulasi FIFA.

Baca Juga :  Hadapi Laga Penentuan, Italia Siaga Penuh Antisipasi Lini Serang Mematikan Norwegia

Saat ditanya soal negara Asia Tenggara yang pernah terkena sanksi karena campur tangan pihak ketiga, ia menyinggung kasus Brunei yang baru terjadi dua bulan terakhir, ketika FIFA dan AFC membentuk komite normalisasi akibat masalah pada proses pemilihan kepemimpinan.

Menurut Windsor, campur tangan pihak eksternal pada proses pemilihan langsung merusak tata kelola sepak bola nasional dan memaksa otoritas sepak bola dunia mengambil langkah tegas untuk memulihkan sistem. (*)

Pos terkait