JAMBI, KEJARKABAR.COM – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Muaro Jambi memadati halaman Kantor Gubernur Jambi, Rabu siang, dalam aksi damai memperingati Hari Santri Nasional.
Aksi ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk protes atas tayangan televisi nasional yang dinilai menghina para kiai mereka.
“Kami datang bukan untuk ribut, tapi karena kami cinta dan hormat pada para kiai yang dihina,” ujar Zamroni, Sekretaris Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Muaro Jambi di tengah aksi.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib dan aman. Ribuan santri yang hadir mendapat pengawasan ketat dari para pengasuh pesantren dan barisan pengamanan internal santri.
Mereka berkomitmen menjaga suasana tetap kondusif sesuai arahan aparat kepolisian.
Zamroni menegaskan, aksi ini muncul secara spontan, tanpa perencanaan panjang atau dukungan dana dari pihak mana pun.
“Santri datang dengan semangat sendiri, tanpa paksaan, tanpa sponsor. Kalau semua pondok ikut, jumlahnya bisa lebih besar dari ini,” tegasnya.
Dalam orasinya, para santri mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas tayangan televisi yang dinilai mencemarkan nama baik dan mengandung ujaran kebencian terhadap ulama.
Mereka juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menindak tegas stasiun televisi tersebut, serta mendorong media nasional untuk lebih adil dan menghargai lembaga pendidikan agama. (*)





