Arus Mudik Jalan Lintas Timur Sumatera Jambi-Riau Ramai Lancar, Ratusan Pemudik Jakarta Tiba Jambi

Kepala BPTD Jambi Benny Nurdin Yusuf (rompi orange) bersama pihak Jasa Raharja sambut kedatangan ratusan mahasiswa dan masyarakat peserta mudik gratis di Terminal Alam Barajo Kota Jambi, Minggu (15/3/2026). -ist-

KEJARKABAR.COM, MUARO JAMBI – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatra yang menghubungkan Provinsi Jambi menuju Riau terpantau masih dalam kondisi ramai lancar.

Hingga saat ini, belum tampak adanya kepadatan berarti di jalur utama yang menjadi urat nadi pemudik menuju Riau dan Sumatera Utara tersebut.

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Sekernan, Polres Muaro Jambi Ipda Kandardin, di Jambi, Minggu mengatakan meski saat ini kondisi masih terkendali, pihak kepolisian memprediksi akan terjadi lonjakan volume kendaraan dalam waktu dekat.

“Kondisi saat ini, rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 500 hingga 700 kendaraan per jam, baik dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya, tapi didominasi dari Jambi menuju Riau,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang melintas masih didominasi oleh mobil pribadi dengan nomor polisi wilayah Jambi (pelat BH), termasuk kendaraan dari Jakarta, dan Jawa Barat dan Tengah.

Ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 16 dan 17 Maret. Estimasi lonjakan volume kendaraan diperkirakan meningkat hingga 2.000 kendaraan per jam pada puncak arus mudik.

Baca Juga :  Tabrakan Tepat di Depan Pos Nataru, Aksi Humanis Kapolsek Jaluko Bikin Warga Terharu

Dalam kesempatan ini, pihak kepolisian terus mengingatkan para pemudik untuk menjaga keselamatan selama perjalanan, mengingat jarak tempuh yang jauh di lintas Sumatra.

Termasuk memanfaatkan Pos Pengamanan yang telah disiagakan di sepanjang jalur untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk.

“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh,” kata dia.

Sementara Sebanyak 300 peserta mudik gratis dari Jakarta menuju Jambi secara bertahap tiba di Terminal Alam Barajo, Kota Jambi.

Meski mengalami keterlambatan akibat kemacetan di Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalinsum) wilayah Bayung Lencir, Musi Banyu Asin (Sumsel). Namun peserta mudik mengaku senang dan terbantu bisa melakukan mudik tanpa dikenakan biaya.

“Syukur bisa berlebaran di kampung halaman, program mudik gratis ini sangat membantu, meski ada kendala macet di jalan,” ungkap Sandi Putra, mahasiswa Uhamka peserta mudik gratis, di Terminal Alam Barajo Kota Jambi, Minggu.

Baca Juga :  BPTD Jambi Tahan Truk Bawa Bahan Pupuk karena Langgar Aturan Operasional Arus Mudik, Polda Jambi Terjunkan Pasukan Elite Lebaran

Peserta lainnya, Diyah Ayu Saputri mengungkapkan dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan mudik gratis yang dialokasikan untuk mahasiswa dan pekerja asal Jambi di Jakarta.

Kegiatan program mudik gratis yang digagas anggota DPR Fraksi Gerindra tersebut, menurut dia sangat membantu, karena biaya sepenuhnya ditanggung oleh penyelenggara.

“Cuma makan di jalan kami bayar sendiri, intinya kami senang bisa ikut kegiatan ini. Apalagi kita tahu menjelang Lebaran ongkos pasti naik, jadi uang untuk mudik bisa digunakan untuk keperluan lain,” ungkap Ayu.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf saat di lokasi kedatangan peserta mudik gratis mengatakan, dirinya sengaja menyambut kedatangan peserta mudik untuk memastikan mereka di jemput oleh pihak keluarga.

Termasuk memastikan mereka mendapat angkutan lanjutan menuju wilayah masing-masing.

“Kita juga hadir, menanti saudara-saudara kita dan mengamankan bahwa semua penumpang yang datang akan di jemput, dan akan menggunakan angkutan umum lanjutan bisa tiba dengan selamat berkumpul dengan keluarga,” ungkap Benny.

Baca Juga :  Terungkap! Simpan Sendok, Peniti, Hingga Pisau Terselip di Blok Hunian Lapas Narkotika

Sebelumnya, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Jambi Rocky Candra, inisiator program mudik gratis menjelaskan program mudik ini diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari perantau Jambi dan mahasiswa.

Para peserta diberangkatkan menggunakan 8 unit bus menuju Provinsi Jambi dengan titik akhir Terminal Alam Barajo Kota Jambi.

Menurut dia, program itu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap banyaknya masyarakat Jambi di perantauan yang belum bisa pulang ke kampung halaman karena keterbatasan biaya.

Mengingat, dalam berbagai diskusi dengan komunitas perantau Jambi di Jakarta, ditemukan fakta bahwa ada warga yang sudah lima hingga sepuluh tahun tidak pulang kampung karena keterbatasan ekonomi.

“Karena itu kami menginisiasi program mudik gratis ini agar mereka bisa pulang, bersilaturahmi, dan merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman,” tutup Rocky Candra. (*)

Pos terkait